Tumpukan lendir sebelum buang air besar dapat disebabkan oleh penyakit seperti radang usus besar, disentri, disfungsi usus, dll. Gejala umumnya dapat diatasi dengan menyesuaikan gaya hidup dan menerapkan pengobatan. Penyebab umum dan metode pengobatan: 1, disfungsi usus: gangguan irama peristaltik usus, kadang-kadang cepat dan kadang-kadang lambat, merangsang sekresi kelenjar, akan menghasilkan tinja berlendir. Oleskan probiotik untuk mengatur flora usus dan oleskan obat untuk meredakan kejang gastrointestinal, yang dapat mengurangi sekresi lendir; 2, kolitis: bakteri, infeksi jamur dan faktor-faktor lain yang menyebabkan penyakit radang usus, manifestasi klinis tinja lendir, diare, sakit perut, dapat mengikuti saran medis untuk menerapkan sediaan asam salisilat amino, glukokortikoid untuk mengendalikan peradangan, sehingga meredakan gejala; 3, disentri: disentri bakteri biasanya disebabkan oleh infeksi Shigella Gejala utamanya adalah demam, sakit perut, diare, keluarnya tinja yang mengandung lendir, dengan rasa terdesak, dll., perlu mencari pertolongan medis, antibiotik dapat diaplikasikan untuk pengobatan antibakteri, sedangkan aplikasi obat untuk mengurangi sekresi usus. Catatan: Perhatikan kebersihan, jangan makan makanan yang rusak atau terkontaminasi, kurangi asupan makanan berserat kasar, makanan yang rawan perut kembung dan makanan yang merangsang, serta berolahraga dengan benar untuk memperkuat daya tahan tubuh. Jika gejalanya menetap dan disertai kelainan lain, carilah bantuan medis untuk deteksi dan pengobatan dini.