Inkontinensia urin stres (SUI) pada wanita adalah kondisi umum yang umumnya enggan dibicarakan oleh wanita karena kepercayaan tradisional. Beberapa data menunjukkan bahwa insiden inkontinensia urin stres pada wanita di Beijing mencapai 46,9%, dan insiden ini meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas hidup wanita, terutama wanita paruh baya dan lanjut usia. Jadi, apa itu inkontinensia stres? Sederhananya, ini mengacu pada fenomena keluarnya urin tanpa disengaja ketika terjadi peningkatan tekanan perut yang disebabkan oleh batuk, bersin, tertawa, atau olahraga, seperti lompat tali, naik turun tangga, dan sebagainya. Meskipun ada banyak penyebab SUI, pada akhirnya disebabkan oleh uretra yang lebih pendek, jaringan panggul yang kendur, dan berkurangnya kemampuan mukosa uretra untuk menutup pada wanita, yang menyebabkan keluarnya urin yang tidak terkendali saat tekanan perut meningkat melebihi tekanan penutupan uretra. Saat ini, terdapat tiga jenis pengobatan utama untuk mengatasi inkontinensia stres: yaitu, latihan dasar panggul, obat-obatan, dan pembedahan. Suspensi uretra retropubik terbuka dulunya merupakan prosedur pembedahan yang paling banyak digunakan untuk menangani SUI. Dengan perkembangan teknologi medis, khususnya teknologi invasif minimal, suspensi uretra retropubik laparoskopi dan berbagai operasi sling saat ini memungkinkan pasien mengalami trauma yang lebih ringan dan pemulihan yang lebih cepat, terutama operasi sling yang dapat diselesaikan dalam waktu setengah jam. Inkontinensia stres dapat diobati pada semua usia. Bergantung pada morbiditas pasien, metode bedah yang berbeda dapat dipilih untuk mendapatkan hasil pengobatan terbaik, sehingga dapat melanjutkan kehidupan normal dan aktivitas sosial.