Kriteria diagnostik utama untuk keracunan timbal pada anak-anak adalah dua kali pengambilan darah vena berturut-turut dengan konsentrasi timbal dalam darah ≥200mg/L. Keracunan timbal pada anak-anak dapat menimbulkan gejala klinis yang relevan dan mempengaruhi perkembangan anak di kemudian hari.
Secara klinis, dua kali pengambilan darah vena berturut-turut dengan konsentrasi timbal ≥100mg/L dan <200mg/L disebut konsentrasi timbal tinggi, dan ≥200mg/L disebut keracunan timbal.
Keracunan timbal akut dapat dimanifestasikan sebagai rasa logam di mulut, sakit kepala parah di perut, muntah, kejang-kejang, dll. Gejala keracunan timbal kronis termasuk nafsu makan yang buruk, sakit perut, sembelit, dll., dan dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk belajar, yang mengakibatkan ketidakmampuan belajar, anemia, dll.
Jika anak-anak mengalami keracunan timbal, mereka harus segera mendapatkan perawatan medis untuk menghindari penundaan.