Tujuan Untuk menyelidiki karakteristik klinis, tingkat kelangsungan hidup dan faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis karsinoma sel epitel ovarium pada wanita muda. Metode Data klinis 455 pasien dengan karsinoma sel epitel ovarium yang dirawat dari tahun 1985 sampai 1997 dianalisis secara retrospektif. Tingkat kelangsungan hidup dihitung dengan metode Kaplan-Meier, dan faktor-faktor independen yang mempengaruhi prognosis pasien dibandingkan dengan menggunakan model regresi proporsional risiko Cox. Hasil: 92 pasien pada kelompok ≤40 tahun dan 363 pasien pada kelompok >40 tahun. Proporsi karsinoma mukinosa stadium awal, sangat terdiferensiasi, secara signifikan lebih tinggi pada kelompok berusia ≤40 tahun daripada kelompok berusia >40 tahun, dan proporsi karsinoma plasma, asites, dan sisa-sisa tumor lebih rendah daripada pada pasien berusia >40 tahun, dengan perbedaan yang signifikan (P<0,05). Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun masing-masing adalah 79,5% dan 28,2% pada kelompok ≤40 tahun dan >40 tahun, dengan perbedaan yang sangat signifikan (P<0,001). Analisis univariat dari stadium klinis, jenis jaringan, grading dan status sisa tumor yang sama antara kedua kelompok menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup secara signifikan lebih tinggi pada pasien berusia ≤40 tahun dibandingkan dengan pasien yang berusia >40 tahun dalam keadaan yang sama. Analisis multifaktorial menunjukkan bahwa stadium klinis, status sisa tumor dan usia merupakan faktor independen yang mempengaruhi prognosis. Kesimpulan Pasien berusia ≤40 tahun dengan karsinoma sel epitel ovarium memiliki proporsi yang tinggi dari stadium awal, grade I, adenokarsinoma kistik mukinosa, sisa-sisa tumor kecil, asites yang lebih sedikit dan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun keseluruhan yang tinggi. Stadium klinis, sisa tumor dan usia merupakan faktor independen yang mempengaruhi prognosis karsinoma sel epitel ovarium.