Ada beberapa jenis kejang yang umum terjadi sebagai berikut: 1. Kejang tonik-klonik umum: ini sering disebut “epilepsi domba”, orang yang baik, tiba-tiba berteriak, kemudian pingsan, jatuh ke tanah, sementara mata menatap ke atas, putih mata ternyata, gigi mengepal, mulut berbusa, anggota badan mula-mula mengencang, kemudian bergerak-gerak, bibir Ketika pasien khawatir apakah nyawanya terselamatkan, kedutan berhenti seketika dan pasien kemudian tertidur pulas. Gambaran di atas sebenarnya hanya salah satu dari sekian banyak bentuk kejang, yang lebih umum dikenal sebagai kejang grand mal. Kejang aphasic: Perilaku atau aktivitas pasien yang sedang berlangsung tiba-tiba berhenti, seolah-olah rekaman video ditekan tombol pause. Kejang biasanya berakhir setelah beberapa detik atau puluhan detik. Kadang-kadang kejang dikombinasikan dengan berkedip, mengunyah, dan tindakan lainnya. Setelah kejang, aktivitas asli dapat dilanjutkan, dan tidak ada ingatan tentang kejang. Karena durasi kejang yang singkat, kejang ini sering diabaikan oleh anggota keluarga untuk waktu yang lama. 3. Kejang mioklonik: Jenis ini lebih sulit untuk dijelaskan secara verbal. Misalnya, jika kita dikejutkan oleh seseorang yang berteriak dari belakang dan seluruh tubuh bergetar, itu adalah kejang mioklonik umum. 4. Kehilangan ketegangan kejang: Bayangkan sebuah boneka yang dimanipulasi dengan senar, dan tiba-tiba semua senar putus. Kejang anak akan seperti boneka dengan senar yang putus, dan tiba-tiba seluruh tubuh jatuh dengan lemah. 5, kejang parsial sederhana: jenis yang disebutkan di atas adalah semua kejang umum, di mana pasien tidak sadarkan diri dan komunikasi dengan dunia luar benar-benar terputus. Namun, pada kejang parsial sederhana, pasien jelas sadar dan memiliki komunikasi yang baik dengan dunia luar. Gejala-gejalanya bisa berupa kedutan pada satu tangan, satu kaki atau setengah wajah, atau bisa juga tidak ada gerakan berkedut, tetapi hanya sensasi aneh atau pemandangan yang tiba-tiba asing di depan mata. Beberapa dari mereka menunjukkan halusinasi, melihat gambar-gambar aneh di depan mata mereka atau mendengar suara-suara aneh di telinga mereka secara tiba-tiba. 6. Kejang parsial kompleks: Biasanya pasien merasakan kejang yang akan segera terjadi sebelum kejang, dan kemudian berbagai gerakan tak sadar terjadi dan orang tersebut kehilangan kesadaran dan tidak dapat mengingat semuanya setelah itu. Gerakan yang tidak disengaja bisa berupa berkedip, mengunyah, menyentuh tanpa tujuan dengan kedua tangan atau berjalan-jalan, dan sebagainya. Seluruh kejang dapat berlangsung lebih dari satu menit. 7, kejang kekanak-kanakan: biasanya terjadi pada bayi di bawah usia 2 tahun, ketika bangun tidur atau akan tidur, akan ada gerakan mengangguk-angguk yang mirip, seperti tertidur, tetapi amplitudo dan intensitas guncangannya lebih besar, biasanya dalam beberapa menit, lebih dari selusin kali berturut-turut, atau bahkan hingga 50 atau 60 kali, bahkan berbaring di tempat tidur pun dapat terlihat ketika kepala atau batang tubuh anak memantul. Jika gerakannya sangat besar, bisa juga dikombinasikan dengan fleksi batang tubuh dan menjangkau ke depan dengan kedua lengan.