Memahami apa itu PET-CT

  PET adalah singkatan dari positron emission computed tomography, perangkat pencitraan molekuler untuk pencitraan metabolik fungsional, yang menggunakan positron sebagai pelacak dan menggunakan serapan pelacak di lokasi lesi untuk memahami keadaan metabolik fungsional lesi dan untuk membuat diagnosis penyakit yang benar. Namun demikian, PET tidak sebaik CT dalam menyelesaikan struktur anatomi. CT adalah singkatan dari computerised tomography, perangkat pencitraan yang menggunakan sinar-X untuk menyinari tingkat tomografi tubuh yang dipilih dan memperoleh gambar tomografi dengan mengukur jumlah sinar-X yang ditransmisikan. CT dapat dengan jelas menampilkan gambar tomografi tubuh manusia dan secara akurat menggambarkan ukuran, lokasi, morfologi, dan fitur anatomi lainnya dari lesi (misalnya tumor); namun, ada keterbatasan dalam mendiagnosis penyakit hanya berdasarkan fitur anatomi lesi, dan beberapa lesi sulit ditentukan secara akurat oleh CT.  Yang disebut PET-CT adalah kombinasi organik dari peralatan PET dan CT, menggunakan tempat tidur pemeriksaan yang sama dan stasiun kerja pemrosesan gambar yang sama. PET-CT memiliki fungsi PET dan CT, tetapi ini sama sekali bukan superposisi sederhana dari dua fungsi, karena PET dan CT memiliki keunggulan yang saling melengkapi, 1 + 1> 2. PET dapat menampilkan ciri-ciri patofisiologis lesi, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi lesi; CT bisa PET-CT tidak hanya memiliki fungsi masing-masing PET dan CT, tetapi gambar fusi uniknya, yang menggabungkan gambar PET dengan gambar CT, dapat mencerminkan perubahan patofisiologis dan struktur morfologis lesi pada saat yang sama, secara signifikan meningkatkan akurasi diagnosis.  PET-CT mampu mengamati kelainan pada metabolisme fungsional pada tahap awal penyakit. Deteksi dini dan pengobatan dini penyakit sangat penting untuk meningkatkan tingkat kesembuhan klinis. Selain itu, pencitraan seluruh tubuh dapat diselesaikan dalam satu pemeriksaan, daripada hanya mengamati area tertentu, sehingga menghindari lesi yang terlewatkan. Saat ini, pemeriksaan PET-CT yang biasa digunakan dalam praktik klinis difokuskan pada tiga area: tumor, otak dan jantung. Di antaranya, PET-CT mengamati kelainan metabolik pada tumor secara signifikan lebih awal daripada alat pencitraan lainnya, memiliki sensitivitas deteksi yang lebih tinggi dan sangat menguntungkan untuk identifikasi nodul terisolasi jinak dan ganas di paru-paru. Karena sensitivitasnya yang tinggi, PET-CT lebih akurat dan sensitif dalam menentukan kemanjuran radioterapi dan kemoterapi, sehingga memandu dokter untuk menyesuaikan rencana pengobatan secara tepat waktu. PET-CT juga memiliki peran unik dalam sistem neurologis dan psikiatris. Ini dapat memberikan informasi tentang berbagai aspek seperti fungsi, metabolisme dan perfusi darah, membantu melokalisasi fokus epilepsi dan memberikan referensi untuk operasi otak untuk menghilangkan fokus epilepsi.