Varises pada tungkai bawah adalah lesi di mana vena superfisial tungkai bawah menjadi melebar, memanjang dan membengkok menjadi massa, dan pada stadium lanjut dapat dipersulit oleh ulkus kronis. Hal ini paling sering terlihat pada pria paruh baya, atau pada mereka yang bekerja dengan menahan beban atau berdiri dalam waktu lama. Karena penyakit ini begitu umum, banyak orang rentan terhadap beberapa kesalahpahaman tentang penyakit ini. Mitos 1: Pengupasan vena sederhana dapat menyembuhkan varises. Karena beragamnya penyakit yang menyebabkan varises, maka pengobatannya pun bervariasi. Jika pengupasan vena dilakukan pada pasien dengan trombosis vena dalam, mungkin kontraproduktif dan memperburuk kondisi. Dalam kasus insufisiensi vena pada tungkai bawah, pengupasan vena saja memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Kesalahpahaman 2: Varises adalah vaskulitis. Vaskulitis trombo-oklusif adalah penyakit iskemik arteri pada tungkai bawah pria paruh baya dengan riwayat merokok yang panjang, sering mengakibatkan amputasi akibat iskemia dan nekrosis jaringan. Meskipun varises sering dikaitkan dengan ulkus tungkai bawah, namun suplai darah arteri normal dan amputasi tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu, pasien tidak perlu memiliki kekhawatiran ideologis. Mitos 3: Kompres panas dapat mengaktifkan darah dan menghilangkan stagnasi, yang bermanfaat bagi penyakit ini. Pasien varises, kecuali untuk tromboflebitis vena superfisial, harus menghindari aplikasi panas dan radiasi inframerah. Alasan utama untuk hal ini adalah, bahwa kompres panas dapat menyebabkan arteri di tungkai bawah melebar, meningkatkan aliran darah dan memperparah stasis vena. Pasien harus memperhatikan untuk menjaga agar anggota tubuh yang terkena tetap kering dan bersih. Mitos 4: Varises harus kurang aktif. Di masa lalu, berdiri dalam jangka waktu yang lama dianggap sebagai penyebab utama varises pada tungkai bawah. Penelitian dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas pada otot betis merupakan faktor penting lainnya dalam menyebabkan varises. Oleh karena itu, pasien yang bekerja berjam-jam di kantor, harus menggerakkan anggota tubuh bagian bawah secara teratur untuk meningkatkan refluks vena. Mitos 5: Varises disebabkan oleh “berjalan panas dan dingin” di tungkai bawah ketika Anda masih muda. Penyebab varises hanya karena kelemahan bawaan dari katup vena superfisial, dikombinasikan dengan berdiri atau duduk yang berlebihan pada tungkai bawah, sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan pada lumen vena, yang menyebabkan vena melebar dan berliku-liku, sehingga terjadi varises. Banyak pasien yang kami temui dalam praktik klinis adalah guru, koki, petugas polisi, salesman supermarket dan sebagainya. Pada sejumlah kecil pasien, terdapat obstruksi pada arteri utama vena yang kembali ke jantung (vena cava inferior) di tungkai bawah, yang menyebabkan varises sekunder. Oleh karena itu, penyebab varises tidak ada hubungannya dengan apakah varises tersebut telah “terkena air dingin” atau tidak. Mitos 6: Suntikan dan pengobatan dapat menyembuhkan varises. Istilah ‘injeksi’ mengacu pada skleroterapi lokal, yang banyak digunakan di rumah sakit perawatan primer pada tahun 1960-an dan 1970-an karena kesederhanaan dan biayanya yang rendah. Namun demikian, karena tingkat kekambuhan dan komplikasi yang tinggi, maka tidak lagi digunakan di rumah sakit besar di Tiongkok untuk varises sedang dan berat. Suntikan busa skleroterapi (polyglactin) telah digunakan untuk mengobati varises ringan dengan hasil yang baik. Hal ini terutama digunakan pada mereka yang hanya memiliki vena subkutan superfisial yang sedikit melebar dan di mana pasien tidak memiliki gejala sadar diri yang jelas. Banyak pasien merasa bahwa pembuluh darah yang melebar mempengaruhi estetika kaki mereka. Dengan menyuntikkan agen sklerosis, dimungkinkan untuk menutup lumen vena, mencegah dilatasi lebih lanjut dan mencapai penampilan kosmetik kaki. Obat adalah pengobatan tambahan dan tidak dapat menyembuhkan perubahan patologis pada vena, tetapi dapat mengurangi gejala pembengkakan dan distensi pada tungkai bawah.