Untuk pasien dengan GERD, tindakan pencegahan berikut ini harus dilakukan: 1. Disarankan agar kebiasaan gaya hidup diperbaiki dan perubahan kebiasaan gaya hidup adalah dasar untuk mengobati GERD. Pasien harus menghindari makan kenyang, dan setiap kali makan sebaiknya tujuh atau delapan menit kenyang. Mereka juga harus menghindari makanan berlemak tinggi, serta berhenti merokok dan alkohol, dan mengurangi asupan makanan yang dapat dengan mudah menyebabkan refluks, seperti cokelat, bawang, mint, dan kopi; 2. Yang terbaik adalah meninggikan kepala tempat tidur saat tidur, dan menghindari makan tiga jam sebelum tidur. Pasien obesitas disarankan untuk menurunkan berat badan, karena obesitas akan meningkatkan tekanan intra-perut dan gradien tekanan di kerongkongan, sementara fungsi pembersihan kerongkongan juga akan Pengosongan lambung berkurang dan pengosongan lambung melemah; 3. Hindari penggunaan jangka panjang obat-obatan yang cenderung menyebabkan refluks, seperti progesteron, teofilin dan valium. GERD adalah penyakit kronis yang memerlukan perawatan pemeliharaan dari perspektif pengendalian gejala dan pencegahan komplikasi. Pasien yang mengalami episode kedua setelah episode gejala pertama harus dipertahankan di bawah pengawasan spesialis. Pasien yang mengalami kombinasi gejala yang mengkhawatirkan, seperti nyeri menelan, disfagia, tinja berdarah, penurunan berat badan, atau anemia, perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan penyebabnya. Dalam kasus refluks gastro-esofagus yang persisten atau berulang, faktor psikologis dan psikiatri perlu dipertimbangkan. Singkatnya, pasien dengan GERD perlu diobati dengan diet dan obat-obatan sehingga mereka dapat mengelola gejalanya dengan baik.