Penyebab dan Manifestasi Penarikan Zat Adiktif

  Dalam kasus kecanduan kimiawi, ini mengacu pada kelompok gejala psikofisiologis tertentu, atau gangguan fungsi sosial, yang terjadi setelah menghentikan penggunaan obat atau mengurangi dosis atau menempati reseptor dengan antagonis. Mekanisme ini adalah rebound adaptif (pantulan) yang disebabkan oleh penghentian zat secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang. Gejala dan tingkat keparahannya terkait dengan zat yang digunakan dan dosis, dan dapat diredakan dengan penggunaan kembali. Gejala putus obat bervariasi dari satu obat ke obat lain, tergantung pada sifat farmakologisnya, dan umumnya bermanifestasi sebagai kebalikan dari efek farmakologis obat yang digunakan. Sebagai contoh, penarikan alkohol (depresan sistem saraf pusat) diikuti oleh sekelompok gejala seperti euforia, sulit tidur, dan bahkan serangan epilepsi seperti kejang.  Untuk kecanduan non-kimiawi, ini mengacu pada sekelompok gejala psikofisiologis tertentu yang terjadi setelah menghentikan atau mengurangi frekuensi perilaku tertentu, atau gangguan fungsi sosial.  Penarikan diri setelah kecanduan beberapa zat sering kali tak tertahankan dan fatal, dan sering kali membutuhkan intervensi medis segera!