Nyeri perut adalah gejala klinis yang umum dan menjadi alasan bagi pasien untuk mencari pertolongan medis. Nyeri perut sering disebabkan oleh semacam iritasi atau cedera hebat pada jaringan atau organ intra-abdomen, tetapi juga bisa disebabkan oleh penyakit dada dan penyakit sistemik. Selain itu, nyeri perut adalah sensasi subjektif, sifat dan intensitasnya tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lesi dan tingkat iritasi, tetapi juga oleh faktor neurologis dan psikologis. Artinya, ada perbedaan dalam sensitivitas pasien terhadap rangsangan yang menyakitkan, dan sifat, intensitas dan durasi nyeri perut yang disebabkan oleh rangsangan dari lesi yang sama bervariasi dari pasien ke pasien atau pada waktu yang berbeda pada pasien yang sama. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat tentang nyeri perut hanya mungkin dilakukan jika penyakit ini dibedah dalam aspek patofisiologis, neurofisiologis, psikologis, dan klinisnya. Nyeri perut sering dibagi secara klinis menjadi dua kategori: akut dan kronis.