Payudara terbalik tidak hanya mempengaruhi estetika payudara, tetapi juga menyebabkan banyak kerusakan pada payudara, sehingga banyak pecinta kecantikan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Jadi, bagaimana invaginasi puting susu bisa dikoreksi dan dicegah? Puting susu tidak dapat menonjol tetapi cekung ke dalam, yang disebut invaginasi puting susu. Tingkat inversi puting bervariasi dari orang ke orang, dengan yang lebih ringan hanya menunjukkan berbagai tingkat perataan atau retraksi puting, yang dapat menonjol atau menekan puting setelah stimulasi. Pada kasus yang lebih parah, puting susu benar-benar terperangkap dalam areola dan tidak dapat ditarik keluar, sehingga tampak seperti kawah dan sering disertai dengan keluarnya cairan atau bau. Puting terbalik, jika diekstrusi sama sekali, umumnya lebih kecil, seringkali tanpa leher puting yang terlihat, dan terbelah. Insiden invaginasi puting pada wanita adalah 1% hingga 2%, biasanya bilateral, atau hanya pada satu sisi, dan tingkat invaginasi puting dapat bervariasi. Metode koreksi: 1. Penarikan: Masa remaja adalah masa yang penting untuk perkembangan payudara dan untuk mengoreksi invaginasi puting. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah membuat kulit di sekitar puting menonjol dan meningkatkan dukungannya, sehingga bisa “dibentuk”. Seiring waktu, puting susu secara bertahap akan menonjol keluar. 2. Terapi hisap: Setelah kehamilan, lakukan pengisapan pada puting susu beberapa kali sehari, dengan menggunakan tekanan negatif untuk mendorong puting susu menonjol. 3. Perawatan puting datar atau cekung dengan alat koreksi puting bedah. Tindakan pencegahan: 1. Wanita biasanya berpakaian terlalu ketat. Selama masa perkembangan payudara, jika wanita memakai pakaian dalam yang terlalu ketat, akan menyebabkan pakaian tersebut menekan puting susu, yang dapat dengan mudah membuat puting susu cekung. 2, cekungnya puting susu juga terkait dengan genetika. Penelitian medis telah menunjukkan bahwa wanita dengan puting cekung memiliki peluang tinggi untuk mewariskan warisan genetik mereka ke generasi berikutnya.