Dengan penggunaan obat nukleosida (asam) secara luas, prognosis hepatitis B kronis telah sangat meningkat. Namun, bagaimana menstandarisasi penggunaan obat golongan ini memang merupakan masalah sulit lain yang dihadapi oleh para dokter. Saat ini, ada empat obat dalam kelas ini di Cina: lamivudine, tibivudine, adefovir dan entecavir. Keempat obat ini memiliki aktivitas penekanan virus yang berbeda, tingkat mutasi resistensi obat dan harganya. Dokter harus memilih obat yang paling sesuai untuk pasien sesuai dengan kondisi pasien yang sebenarnya, seperti puncak ALT AST, viral load tinggi atau rendah, e-antigen positif atau e-antigen negatif, dan usia pasien. Ingatlah untuk tidak menyalahgunakannya agar tidak meningkatkan laju mutasi yang kebal terhadap obat dan membuat pengobatan menjadi lebih sulit di masa depan. Perhatian khusus harus diberikan pada penggunaan analog nukleotida pada pasien usia subur. Jika pasien tidak memiliki kontraindikasi, disarankan agar interferon menjadi pilihan pertama untuk pasien usia subur yang tidak merencanakan kehamilan dalam waktu dekat.