1. Kembangkan kebiasaan yang baik: (1) Pola makan yang sehat: Pola makan parsial atau vegetarian dapat mempengaruhi kualitas sperma. Oleh karena itu, dalam hal makanan utama dan sekunder, sebisa mungkin disesuaikan agar lebih beragam. (2) Dilarang merokok dan minum alkohol. Pria yang merokok dan minum alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan testis berfungsi dengan buruk dan memengaruhi produksi sperma. 2, olahraga yang sesuai. Olahraga yang terlalu intens akan merusak sekresi hormon dalam tubuh pria dan wanita, sehingga membatasi sekresi air mani dan mengganggu pola ovulasi. Namun, tidak berolahraga dalam jangka panjang dan tingkat metabolisme tubuh yang rendah juga dapat merusak kualitas sperma. 3, ketenangan pikiran, hindari rangsangan mental. Kondisi mental yang baik dapat menjaga keseimbangan sekresi hormon dalam tubuh. 4, jaga agar lingkungan skrotum tetap dingin. Suhu di dalam skrotum adalah 1 hingga 1,5 derajat lebih rendah daripada suhu tubuh normal, dan peningkatan suhu testis akan memengaruhi fungsi produksi spermanya. Untuk alasan ini, Anda harus memperhatikan agar skrotum Anda tetap dingin, tidak mengenakan celana ketat, tidak berendam air panas dan mandi air panas, dan menjauhkan skrotum Anda dari sumber suhu tinggi. 5, jauh dari sumber radiasi, radiasi akan merusak fungsi produksi sperma testis, sehingga mempengaruhi kualitas sperma. 6, hindari kontak dengan zat kimia dan logam berat, zat kimia dan logam berat dapat merusak fungsi produksi sperma pada testis dan mempengaruhi kualitas sperma.