Epilepsi adalah penyakit yang sangat spesifik dan banyak faktor yang dapat menyebabkan kejang. Apakah itu pengobatan, pembedahan, atau perawatan darurat jika terjadi kejang sangatlah kompleks. Epilepsi adalah salah satu gangguan neurologis yang paling umum. Ini adalah disfungsi otak yang disebabkan oleh pelepasan neuron abnormal berulang di otak, dan setiap kejang dan pelepasan epilepsi menyebabkan kerusakan sel otak, tingkat kecacatan yang tinggi, dan rentan terhadap cedera atau kematian yang tidak disengaja, yang secara serius mempengaruhi kesehatan fisik dan mental pasien dan merupakan beban besar bagi keluarga dan masyarakat. Prevalensi epilepsi di Tiongkok sekitar 0,7%, dan sekarang ada sekitar 9 juta pasien epilepsi, dengan peningkatan tahunan sekitar 400.000 kasus baru. Meskipun 70%-80% pasien dapat mengendalikan kejang melalui terapi obat antiepilepsi, masih ada 20%-30% pasien yang tidak dapat mengendalikan kejang meskipun terapi obat antiepilepsi standar, dan menjadi epilepsi refrakter obat, yang membutuhkan perawatan bedah. Prinsip-prinsip pengobatan obat: 1. Diagnosis dan jenis epilepsi harus jelas. 2. 2. Standarisasi dan rasionalisasi penggunaan obat di bawah bimbingan seorang spesialis. 3, pengobatan individual untuk jenis epilepsi 4. Pengujian konsentrasi obat secara teratur. Tujuan perawatan bedah adalah untuk menghilangkan fokus epileptogenik, menghilangkan dan mengendalikan kejang, dan memaksimalkan kemampuan pasien untuk kembali ke kehidupan dan pekerjaan normal. Indikasi untuk perawatan bedah adalah: epilepsi refrakter obat dan epilepsi sekunder karena berbagai penyebab termasuk: epilepsi lobus temporal, ektopik materi abu-abu, epilepsi sekunder karena parasit dan berbagai tumor, dan epilepsi traumatis. Beberapa epilepsi refrakter dapat disembuhkan secara radikal dengan kraniotomi. Untuk pasien dengan kejang umum, epilepsi multifokal atau multipoint origin, dan sindrom epilepsi yang tidak dapat diobati dengan kraniotomi untuk menghilangkan fokus epilepsi, mereka dapat diobati dengan stimulasi listrik dalam (DBS, alat pacu jantung otak) atau teknik stimulasi saraf vagus (VNS) terbaru yang memungkinkan kejang dikendalikan dan dikurangi sampai batas tertentu. Kunci untuk perawatan bedah epilepsi: adalah evaluasi yang memadai dan cermat untuk mengidentifikasi fokus epilepsi secara akurat. Metode evaluasi dan pemeriksaan utama adalah: pemantauan EEG video jarak jauh dan MRI. PET/SPECT dan magnetoencephalography (MEG) serta penyematan elektroda intrakranial dilakukan sesuai kebutuhan. Pasien dengan epilepsi perlu memperhatikan: 1, mematuhi pengobatan jangka panjang dan teratur, tidak dapat menambah, mengurangi atau menghentikan pengobatan sendiri. Jika terjadi ruam atau reaksi alergi gatal pada tubuh selama pengobatan, segera hentikan pengobatan dan segera mencari pertolongan medis. 3.Hidup dan istirahat secara teratur, tidak terlalu banyak bekerja, untuk memastikan tidur yang cukup. 4. Berhenti merokok dan alkohol. Jangan minum cola, kopi, teh kental dan minuman lainnya. Jangan makan apsintus, ginseng dan produk tonik lainnya dan beberapa makanan yang merangsang. 5, hindari bekerja di ketinggian, berenang, mengemudi dan pekerjaan berbahaya lainnya untuk menghindari kecelakaan. Tindakan pertolongan pertama jika terjadi kejang: Ketika pasien mengalami kejang umum, keluarga pasien atau petugas penyelamat akan membaringkan pasien dalam posisi datar untuk menghindari jatuh. Lepaskan kerah baju dan sabuk celana pasien, supaya pasien dapat bernapas dengan bebas. Pada saat yang sama, sebelum mulut pasien tertutup rapat, segera gulung saputangan, kain kasa, dll. menjadi gulungan dan letakkan di antara gigi atas dan bawah pasien untuk mencegah lidah tergigit ketika gigi tertutup rapat. Penyelamat atau anggota keluarga harus selalu berada di sisi pasien untuk membersihkan muntahan pasien setiap saat untuk mencegah mati lemas. Ketika pasien kejang-kejang, jangan menekan anggota tubuh secara paksa untuk menghindari cedera seperti robekan ligamen, dislokasi sendi, atau bahkan patah tulang. Jangan menggunakan metode penyelamatan akupunktur dan akupresur pada titik tengah manusia. Jangan menuangkan air es pada pasien.