Apa saja pengetahuan umum tentang tumor tulang dan jaringan lunak?

  Tumor tulang dan jaringan lunak, sesuai dengan namanya, adalah tumor yang terjadi pada sistem kerangka dan terdiri dari dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Tumor tulang dan jaringan lunak adalah penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan kehidupan manusia, dan insidennya secara bertahap meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tumor tulang ganas primer sebagian besar terlihat pada remaja dan orang paruh baya, dan yang umum terjadi adalah osteosarkoma, sarkoma Ewing, kondrosarkoma, histiositoma berserat ganas, dan kordoma, dll. Tumor jaringan lunak ganas yang umum terjadi adalah sarkoma sinovial, fibrosarkoma, liposarkoma, dan rhabdomiosarkoma, dll. Kanker metastasis tulang sebagian besar terjadi pada orang paruh baya dan orang lanjut usia. Tumor primer yang umum adalah kanker paru-paru, kanker payudara, kanker ginjal, kanker prostat dan kanker tiroid, dll. Deteksi dini, diagnosis yang tepat, dan pengobatan yang tepat waktu memiliki dampak penting pada prognosis. Diagnosis yang tepat untuk tumor tulang dan jaringan lunak memerlukan kombinasi presentasi klinis, pencitraan dan patologi. Pengobatan meliputi kombinasi pembedahan, kemoterapi, radioterapi dan terapi biologis.  Tumor tulang jinak tumbuh secara perlahan dan massanya tumbuh secara perlahan karena pertumbuhan tumor yang lambat, biasanya ditemukan secara tidak sengaja tanpa dapat dipastikan kapan kemunculannya. Tumor tulang ganas tumbuh dengan cepat dan dapat membesar dengan sangat cepat dan dapat menyebabkan peningkatan suhu kulit dan varises yang tepat di permukaan, sendi bengkak dengan gerakan terbatas pada ujung tulang panjang dan epifisis, tumor sakral pada panggul dapat menyebabkan konstipasi atau kesulitan buang air kecil, dan kondroblastoma pada epifisis tubular panjang dapat menyebabkan efusi sendi yang membengkak. Sarkoma Ewing pada tulang pipih dapat muncul dengan peningkatan kemerahan, bengkak, panas dan nyeri, serta peningkatan jumlah darah.  Nyeri adalah gejala penting dari tumor tulang ganas. Nyeri bersifat intermiten di awal dan menetap ketika sudah lanjut.  Tumor tulang ganas dapat menyebabkan patah tulang akibat trauma ringan, pembengkakan, nyeri dan gerakan abnormal. Tumor tulang ganas stadium lanjut dapat menyebabkan anemia, kekurusan, kehilangan nafsu makan dan peningkatan suhu tubuh.  Massa yang tumbuh adalah dasar untuk diagnosis tumor tulang. Massa jinak tumbuh dengan lambat, sementara tumor tulang ganas tumbuh dengan cepat, dengan varises pada permukaan tumor, peningkatan suhu kulit, pembengkakan sendi, dan gangguan gerakan. Tumor panggul atau sakrum tidak mudah terdeteksi pada tahap awal, tetapi ada rasa nyeri dan mati rasa pada perineum, konstipasi, dan gangguan berkemih.  X-ray, CT, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan pemindaian tulang seluruh tubuh (ECT) dapat memperjelas lokasi, luasnya dan hubungan antara tumor dan jaringan normal di sekitarnya, yang berguna untuk menentukan sebelum operasi mengenai jinak atau ganasnya tumor tulang dan kemungkinan pengangkatan melalui pembedahan.  Pengobatan tumor tulang dan jaringan lunak: Dengan perkembangan pesat pengobatan modern dan teknologi medis, tumor tulang dan jaringan lunak yang awalnya dianggap tidak dapat diobati dapat diangkat seluruhnya, sehingga pasien dapat mempertahankan anggota tubuh mereka dan terhindar dari amputasi. Oleh karena itu, pengobatan tumor tulang dan jaringan lunak menekankan pada deteksi dini dan perawatan bedah dini.