1. Pastikan asupan serat, asupan cairan, dan olahraga yang normal. 2. Penggunaan prebiotik atau probiotik secara rutin tidak dianjurkan untuk anak-anak yang mengalami sembelit. 3. Terapi perilaku intensif berdasarkan metode pengobatan tradisional tidak dianjurkan. 4. Menurut pendapat para ahli, toilet training direkomendasikan untuk anak di atas 4 tahun dengan konstipasi dengan penjelasan dan bimbingan. 5. Perawatan biofeedback lainnya tidak direkomendasikan. 6. Perawatan multidisiplin atau terapi alternatif tidak disarankan untuk digunakan secara rutin. 7. Pengobatan lini pertama untuk anak-anak dengan impaksi feses: elektrolit polietilena glikol (Fosamax, selanjutnya disebut PEG) secara oral, 1,5 g / (kg?), selama 3-6 hari. Jika PEG tidak efektif, anak-anak dengan impaksi feses dapat diobati dengan enema sekali sehari selama 3-6 hari. 9, PEG dapat digunakan sebagai terapi pemeliharaan lini pertama. Dosis awal adalah terapi pemeliharaan lini pertama. Dosis awal adalah 0,4 g / (kg?), dan dosisnya disesuaikan dengan manifestasi klinis. 10 . Tidak diperlukan enema untuk anak-anak yang diobati dengan PEG. Jika PEG tidak efektif, laktulosa dapat digunakan sebagai terapi pemeliharaan lini pertama. 12, Para ahli menyarankan bahwa pengobatan tambahan atau lini kedua dapat mencakup susu magnesium, minyak mineral, dan obat pencahar stimulan. 13. Terapi pemeliharaan harus dilanjutkan setidaknya selama 2 bulan. Pengobatan hanya dapat dihentikan setelah semua gejala konstipasi hilang setidaknya selama satu bulan. 14. Selama pelatihan toilet, pengobatan dapat dihentikan hanya sekali jika pelatihan tersebut efektif. 15. Penggunaan rutin Rubiprostone, Linaclotide dan Procalcitonin tidak dianjurkan untuk anak-anak dengan konstipasi persisten. 16, konstipasi persisten pada anak-anak dengan pemeriksaan enema paracolic yang layak. 17. Penggunaan TNS (stimulasi saraf listrik transkutan) secara rutin tidak direkomendasikan untuk anak-anak dengan konstipasi persisten. Pedoman berbasis bukti ini mengatur penilaian dan penanganan anak dengan konstipasi fungsional, sekaligus berfokus pada peningkatan kualitas hidup mereka. Selain itu, pendekatan berbasis bukti khusus harus digunakan untuk anak di bawah usia 6 bulan dan untuk bayi dan anak yang lebih tua. Pedoman ini dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis dan pengobatan rutin serta untuk penelitian klinis lebih lanjut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai diagnosis dan pengobatan konstipasi fungsional pada bayi dan anak-anak dengan lebih baik.