1. Penggunaan mata merupakan faktor penting Selama masa remaja, jaringan mata dalam tahap perkembangannya halus dan rapuh. Tindakan mekanis otot ekstraokular di sklera secara bertahap meregangkan dinding bola; pada saat yang sama, kontraksi otot-otot yang terus menerus di mata dengan fungsi pengaturan mempengaruhi perkembangan mata, mengakibatkan terbentuknya miopia karena diameter anterior dan posterior mata yang berlebihan. Anak-anak pada tahap ini memiliki berbagai macam minat, keinginan yang kuat untuk belajar, pekerjaan rumah yang berat, membaca lebih banyak buku, menyukai internet, menonton televisi, kegiatan di luar ruangan, mata berada dalam keadaan visual jangka panjang; ditambah lagi dengan kurangnya perhatian terhadap kebersihan mata, seperti membaca terlalu dekat dengan jarak, membaca dengan postur tubuh yang salah, membaca buku dan internet dalam waktu yang lama, dan lupa untuk beristirahat. 2, pencahayaan yang tidak merata: seperti pencahayaan lampu tunggal dapat menghasilkan bayangan, cahaya yang tidak merata dan gelap membuat gangguan regulasi otot siliaris. 3, keterbatasan ruang visual: ketidakmampuan jangka panjang untuk melihat jauh membuat mata manusia menghasilkan adaptasi regulasi, yaitu hanya untuk memenuhi kebutuhan untuk melihat dekat, yang mengakibatkan miopia. 4. Polusi lingkungan cahaya: Ritme sirkadian diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal mata manusia. Ada laporan: anak-anak yang tidur dengan lampu menyala lebih rabun jauh.