Panduan Pelatihan di Rumah untuk Gangguan Menelan

Berbagai panduan latihan di rumah untuk gangguan menelan bicara sedang diunggah satu demi satu, dengan perbaikan lebih lanjut. Keluarga dan orang tua diundang untuk mengunduh dan membacanya dengan seksama dengan harapan dapat membantu dan menginspirasi. Panduan Latihan di Rumah untuk Gangguan Menelan Secara umum, waktu yang dihabiskan untuk latihan menelan berbanding lurus dengan keefektifan latihan, oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan latihan menelan secara kontinu dan konsisten. Berikut ini adalah panduan latihan di rumah yang telah kami kembangkan sesuai dengan kondisi spesifik pasien: I. Tentang makan Fokusnya harus pada gigi, permukaan pipi, lidah dan langit-langit mulut yang keras. 2. Ikuti dengan ketat saran diet yang diberikan oleh terapis dan pilihlah konsistensi makanan yang terbaik. Makanan yang dicincang dan dimasak adalah yang paling mudah ditelan, makanan seperti pasta adalah yang paling kecil kemungkinannya untuk terhirup ke dalam trakea, dan cairan murni serta sup encer adalah yang paling mudah tersedak. 3. Ukuran bola makanan sebesar satu sendok teh. Gunakan sendok untuk minum air, jangan pernah menggunakan sedotan. Batuklah dengan ringan beberapa kali setelah makan, lakukan beberapa gerakan menelan saat makan dan telanlah makanan dengan kuat melalui faring. 4. Ambil posisi duduk saat makan. Jangan memiringkan kepala ke belakang, dan ketika makan dalam posisi tengkurap, miringkan kepala dan tubuh Anda 45 derajat ke sisi yang sehat untuk mendorong makanan mengalir ke kerongkongan dari sisi tenggorokan yang normal. 5. Perhatikan teknik menelan. Ajarkan pasien untuk menarik napas dalam-dalam sebelum menelan, kemudian tutup napas dan telan lagi, batuk setelah menelan, tetap duduk dan secara aktif melatih menelan kosong. Latihan relaksasi: Bagian: bahu, leher dan kepala. Ambil posisi rileks, angkat bahu ke atas, tekuk kepala ke depan, rentangkan ke belakang, menyimpang ke kiri, menyimpang ke kanan, belok ke kiri dan belok ke kanan. Setiap gerakan berlangsung selama 3-5 detik, 10-20 repetisi/kali, 2-3 kali/hari. Jika pasien dapat duduk diam, batang tubuh harus lurus, bahu sejajar dan kepala dalam posisi netral. 2. Metode latihan pernapasan berbantuan, letakkan kedua tangan di perut bagian bawah pasien di tengah-tengah tulang rusuk di kedua sisi, kemudian biarkan pasien bernapas secara alami dan berikan tekanan pada perut bagian bawah di akhir pernafasan, sehingga volume pernafasan pasien meningkat. 3. Pisahkan latihan pernapasan mulut dan hidung, tarik napas dengan lancar dari hidung lalu hembuskan perlahan-lahan dari mulut, meniup kertas/meniup kincir angin/meniup gelembung sabun/meniup peluit dll. (4) Latihan dasar lainnya: (1) Latihan bibir dan lidah: cemberut, menyeringai, menepuk bibir, penekan lidah, (menutup paksa dan menarik penekan lidah, dengan bibir melawan kekuatan), mengisap (mulut memegang sedotan, menutup ujung yang lain, melakukan gerakan mengisap) lidah ke depan, ke belakang, ke atas dan ke bawah serta gerakan ke kiri dan ke kanan. 10-20 buah/kali, 2-3 kali/hari. (2) Latihan rahang: membuka mulut secara maksimal, gerakan rahang ke kiri dan ke kanan, gerakan mengunyah yang berlebihan, membuka mulut secara berlebihan untuk mengatakan ‘yah’. (3) Latihan otot wajah: menggembungkan pipi, atau meniup air dalam cangkir dengan sedotan hingga keluar gelembung. (4) Pelatihan kompleks fasilitasi sensorik: Gambar lingkaran kecil dengan jari-jari di atas kedua otot pipi, memanjang hingga ke dagu. Pijat spiral dengan ujung jari di atas dan di sekitar bibir. 10-20 kali pijatan, 2-3 kali/hari.