Apa yang seharusnya menjadi diet pasien gagal ginjal kronis?

Gagal Ginjal Kronis (CRF) adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh kerusakan parenkim ginjal progresif kronis, yang mengakibatkan atrofi ginjal yang signifikan, ketidakmampuan untuk mempertahankan fungsi dasar, retensi klinis metabolit, ketidakseimbangan air, elektrolit, keseimbangan asam-basa, dan keterlibatan sistemik sistemik. Penyebab utamanya meliputi glomerulonefritis primer, pielonefritis kronis, sklerosis arteriol ginjal hipertensi, nefropati diabetik, glomerulonefritis sekunder, lesi tubulointerstitial, penyakit ginjal turunan, dan penggunaan antipiretik dan analgesik jangka panjang serta paparan logam berat. 1. Penyebab gagal ginjal kronis harus diklarifikasi, dan harus diklarifikasi apakah kerusakan ginjal didominasi oleh kerusakan glomerulus, lesi tubulointerstitial interstitial, atau lesi pembuluh darah ginjal, sehingga dapat memberikan pengobatan yang ditargetkan sesuai dengan karakteristik klinis. 2. Faktor-faktor reversibel yang berkontribusi terhadap penurunan fungsi ginjal secara progresif pada gagal ginjal kronis harus diidentifikasi, seperti infeksi, kerusakan ginjal yang disebabkan oleh obat, asidosis metabolik, dehidrasi, gagal jantung, dan penurunan tekanan darah yang terlalu cepat atau terlalu rendah. 3. Perhatian harus diberikan untuk menemukan faktor-faktor tertentu yang memperburuk penurunan fungsi ginjal secara progresif pada gagal ginjal kronis, seperti hipertensi, hiperlipidemia, kondisi hiperkoagulasi, asupan makanan berprotein tinggi, dan proteinuria dalam jumlah besar. Untuk memperlambat perkembangan kerusakan ginjal, mengurangi gejala dan komplikasi gagal ginjal kronis, pasien harus menjalani diet rendah protein sejak awal insufisiensi ginjal kronis, meskipun asupan protein harian hanya 0,6 gram per kilogram berat badan, setengahnya harus berkualitas tinggi setengahnya harus berkualitas tinggi, yaitu protein hewani yang kaya asam amino, terutama telur dan susu. Secara khusus, Anda bisa makan sekitar 400 gram makanan pokok (4 tael) per hari, makan sebutir telur, jangan makan kuning telur yang mengandung fosfor tinggi, 50 gram daging tanpa lemak (1 tael), minum 250 gram susu (5 tael). Anda juga bisa mengonsumsi sediaan asam alfa keto majemuk (nama dagang Kai Tong), 0,12 gram per kilogram berat badan per hari. Pada saat yang sama, untuk mencegah kekurangan gizi, penting untuk memastikan bahwa pasien mengonsumsi kalori yang cukup, yang seharusnya berjumlah 125,4 hingga 146,3 kilo kalori per hari. Asupan kalori ini terutama dilengkapi dengan gula dan lemak (minyak hewani produk susu). Tentu saja, pasien juga harus membatasi garam (sekitar 3 gram per hari). Selain itu, ketika kalium tinggi dalam darah, makanan tinggi kalium, seperti buah-buahan, jus buah, dan sayuran, harus dibatasi.