Vaksin kanker serviks tidak dianjurkan setelah usia 45 tahun karena respon terhadap vaksin lebih ringan pada usia yang lebih tua dan antibodi yang dihasilkan lebih rendah dan akan segera hilang, sehingga tidak akan memiliki efek pencegahan terhadap infeksi HPV, sehingga vaksin kanker serviks pada dasarnya tidak efektif. Pada saat ini, skrining pra-kanker serviks dapat dilakukan secara teratur, yaitu tes HPV dan tes sitologi berbasis cairan serviks. Jika kedua tes tersebut normal, tes dapat diulang setelah 3-5 tahun untuk mendeteksi infeksi HPV dan lesi prakanker serviks tepat waktu, yang sangat berguna untuk mencegah terjadinya kanker serviks.