(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi yang relevan dalam konten berikut ini telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Kasus ini merujuk pada seorang pasien pria berusia 54 tahun yang datang ke rumah sakit dengan penyebab utama dispareunia, nyeri dan hematuria. Pemeriksaan fisik pasien sebelumnya menunjukkan adanya batu-batu halus yang tersebar di kedua ginjalnya. Pertama-tama diduga bahwa pasien mengalami obstruksi akibat penyempitan uretra yang relatif tipis karena sebagian batu dibuang melalui uretra. Setelah pemeriksaan CT, dipastikan bahwa batu saluran kemih telah tertanam.
Informasi Dasar】Pria, 54 tahun
Jenis penyakit】Batu saluran kemih
Rumah Sakit】Rumah Sakit Xiehe dari Universitas Kedokteran Fujian
Tanggal Konsultasi】 Juni 2021
Rencana Perawatan】Tindakan bedah (litotripsi laser Holmium untuk batu uretra)
Periode Perawatan】3 hari rawat inap dan 1 bulan rawat jalan
Hasil】Batu uretra pecah dan dikeluarkan, rasa sakit berkurang, dan buang air kecil menjadi lancar.
I. Konsultasi awal
Pasien adalah seorang pria berusia 54 tahun yang datang ke rumah sakit kami terutama karena kesulitan buang air kecil, nyeri dan hematuria. Setelah ditanyakan, saya diberitahu bahwa pemeriksaan fisik pasien sebelumnya menunjukkan adanya batu-batu kecil yang tersebar di kedua ginjalnya. Dari keterangan pasien, saya menduga bahwa timbulnya penyakit ini disebabkan oleh penyumbatan uretra karena uretra yang relatif panjang dan sempit karena bagian dari batu melewati uretra, menyebabkan kesulitan buang air kecil, rasa sakit yang parah dan hematuria. Pemindaian CT lebih lanjut dilakukan setelah komunikasi dengan pasien dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat impaksi batu saluran kemih yang signifikan. Prosedur utamanya adalah litotripsi laser holmium untuk batu uretra, yang disetujui dan dilakukan dengan baik oleh pasien.
II. Riwayat pengobatan
Sebelum operasi, pasien telah diberitahu tentang risiko prosedur dan bahwa komplikasi intraoperatif seperti cedera ureter dan uretra serta perdarahan dapat terjadi, tetapi kejadiannya rendah dan tidak perlu dikhawatirkan.
Uretoskop dan laser holmium ditempatkan pada batu dan sebagian besar batu dipecah, sehingga mengembalikan patensi uretra. Sebagian batu dipindahkan ke dalam rongga kandung kemih dan batu yang lebih besar dicari dengan hati-hati dan dipecah hingga 4 mm atau kurang. Operasi berhasil dan pasien dipindahkan ke bangsal.
III. Hasil pengobatan
Perawatan bedah digunakan untuk memecah batu dan mengeluarkannya dengan kerusakan minimal pada mukosa uretra, memulihkan patensi uretra dan menghilangkan obstruksi dan rasa sakit. Gejala nyeri pasien membaik secara signifikan dalam waktu singkat setelah operasi, dan patensi uretra pulih pada hari kedua setelah operasi. Pada saat pulang, pasien diinstruksikan untuk menindaklanjuti ke klinik rawat jalan dalam 1 bulan. Kesimpulannya, batu uretra telah dipecahkan dan dikeluarkan, rasa sakitnya berkurang dan buang air kecil tidak terhalang, dan pengobatannya efektif.
IV. Catatan
Kami sangat senang bahwa pasien telah pulih dari perawatan bedah. Sebelum dipulangkan, pasien diberitahu bahwa meskipun rasa sakitnya sudah berkurang dan air seni mengalir dengan lancar setelah operasi, ia masih perlu diperiksa secara teratur untuk mengetahui adanya batu saluran kemih, dan jika batu tersebut bergerak ke ureter atau uretra lagi, ia perlu mengunjungi klinik urologi tepat waktu untuk memastikan apakah masih ada batu yang tertanam.
Kebiasaan gaya hidup yang baik akan membantu Anda untuk pulih. Pertama-tama, tingkatkan jumlah air yang Anda minum. Minum air dalam jumlah besar akan meningkatkan air seni dan juga mengurangi konsentrasi material batu dalam air seni. Diet rendah garam, tinggi vitamin dan tinggi serat, dengan lebih banyak buah dan sayuran segar serta meningkatkan asupan biji-bijian kasar akan mengurangi pembentukan bahan batu dalam urin dan menghindari makanan yang mengandung kalsium oksalat.
V. Wawasan pribadi
Alasan utama pasien ini mengalami nyeri saat buang air kecil dan hematuria adalah karena batu saluran kemih tidak keluar tepat waktu setelah jatuh ke dalam kandung kemih melalui ureter, dan lambat laun menjadi terlalu besar untuk keluar dengan sendirinya melalui uretra yang ramping. Oleh karena itu, penting untuk mencegah pembentukan batu dalam kehidupan sehari-hari dengan meningkatkan aktivitas fisik dan menghindari gaya hidup tidak aktif. Di zaman modern ini, laju kehidupan semakin cepat dan pekerjaan membuat stres, sehingga sering kali pasien lupa minum saat bangun tidur dan tidak banyak bergerak.