Bagaimana hidrosefalus terdeteksi

  Hidrosefalus bisa terjadi pada sebagian pasien, terutama akibat akumulasi cairan serebrospinal dalam rongga tengkorak. Sebagian besar pasien tidak tahu banyak tentang kondisi mereka dan tidak tahu bagaimana mendeteksi hidrosefalus. Ini adalah panduan yang berguna untuk membantu pasien memahami kondisinya.  Bagaimana hidrosefalus dapat dideteksi?  Diagnosis hidrosefalus terutama memerlukan tes pencitraan, selain pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan fisik untuk memahami lebih lanjut kondisinya. Tes pencitraan yang paling efektif adalah CT kranial dan MRI kranial. Tes-tes ini dapat digunakan untuk menentukan apakah ada dilatasi ventrikel, pelebaran ruang arachnoid dan oedema interstitial, dan untuk menentukan keparahan kondisi pasien.  Setelah hidrosefalus diidentifikasi dan dokter mengetahui tingkat keparahan kondisinya, pengobatan diberikan secara agresif. Sebagian besar rumah sakit menggunakan obat-obatan, serta perawatan bedah tradisional. Ini bukan pengobatan yang sangat efektif bagi pasien saat ini. Sebagian besar rumah sakit di Tiongkok menggunakan shunt ventrikuloperitoneal, yaitu tabung drainase yang mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal dari rongga otak ke dalam perut atau lokasi lainnya. Prosedur ini bisa efektif, tetapi dapat menyebabkan komplikasi dan banyak pasien khawatir bahwa mereka tidak akan mendapatkan perbaikan positif dari prosedur ini.