Bagaimana hidrosefalus berkembang?

  Pertama, penting untuk memahami bahwa cairan serebrospinal diproduksi oleh jaringan di dalam ventrikel otak dan cairan ini secara konstan diproduksi dan diserap kembali ke dalam pembuluh darah dalam ‘keseimbangan dinamis’, sehingga cairan ini memainkan peran penting dalam melindungi otak. Apabila aliran normal cairan serebrospinal terhambat, misalnya dari satu ventrikel ke ventrikel lainnya, atau dari ventrikel ke jaringan yang mengelilingi otak. Atau, bila penyerapan cairan serebrospinal buruk atau produksi cairan serebrospinal terlalu banyak, keseimbangan antara produksi dan penyerapan cairan serebrospinal terganggu, menyebabkan cairan serebrospinal menumpuk di ventrikel, yang dapat menyebabkan hidrosefalus.  Faktor risiko lain untuk hidrosefalus adalah sebagai berikut: 1. Hidrosefalus dapat terjadi pada saat lahir atau tidak lama setelah lahir jika terdapat perkembangan saraf yang abnormal, perdarahan intraventrikular atau infeksi intrauterin selama kehamilan pada janin atau bayi baru lahir.  2. Faktor-faktor seperti lesi atau tumor otak atau sumsum tulang belakang, infeksi sistem saraf pusat, stroke atau kejadian di kepala yang menyebabkan pendarahan otak, cedera otak traumatis lainnya, juga dapat meningkatkan risiko hidrosefalus pada kelompok usia lainnya.