Memahami “hematoma subdural kronis”

Hematoma subdural kronis, sesuai dengan namanya, adalah suatu kondisi yang terjadi secara kronis, tetapi juga dapat berbahaya jika terjadi serangan akut. Hematuroma subdural kronis terjadi dengan karakteristik sebagai berikut: 1. Cenderung terjadi pada orang tua. Orang yang lebih tua sering mengalami atrofi otak dan ruang subdural sering terlihat lebih luas. 2. Riwayat trauma tidak jelas. Secara umum diterima bahwa hematoma subdural kronis sering kali masih disebabkan oleh trauma kepala, tetapi trauma ini sering kali relatif kecil, atau pasien dan keluarga tidak dapat mengingat pernah mengalami trauma dalam beberapa bulan pertama. 3. Mudah untuk salah mendiagnosis. Pasien dengan hematoma subdural kronis sering kali memiliki gejala yang tidak khas, dengan beberapa pasien mengira bahwa mereka mengalami “masuk angin” karena pusing dan sakit kepala, dan yang lainnya mengalami kesulitan menggerakkan anggota tubuh mereka, mengira bahwa mereka mengalami infark otak. Hematoma subdural kronis mudah didiagnosis, kuncinya adalah dengan melakukan CT kepala dan diagnosis biasanya jelas. Pengobatan pilihan adalah pengeboran dan drainase dengan anestesi lokal, yang tidak terlalu invasif dan akan berhasil menyelesaikan masalah pada sebagian besar pasien. Sejumlah kecil pasien memerlukan kraniotomi dengan anestesi umum untuk membersihkan hematoma, yang relatif lebih invasif. Penting untuk berbaring selama beberapa waktu setelah pembedahan untuk memfasilitasi penyerapan sisa hematoma dan juga untuk mencegah kekambuhan.