Herniasi otak adalah serangkaian sindrom klinis yang terjadi ketika jaringan otak terdorong ke dalam beberapa celah fisiologis atau lubang oleh gradien tekanan, yang mengakibatkan tekanan pada struktur penting seperti jaringan otak, pembuluh darah dan saraf otak. Penyebab umum herniasi otak adalah: 1. berbagai hematoma intrakranial, seperti hematoma epidural, hematoma subdural, dan hematoma intraserebral; 2. infark serebral yang besar; 3. tumor intrakranial; 4. abses intrakranial, penyakit parasit intrakranial, dan berbagai lesi granulomatosa; 5. faktor medis: misalnya, herniasi otak akibat pungsi lumbal pada pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial. Berbagai jenis herniasi serebral juga memiliki manifestasi klinis yang berbeda. Manifestasi herniasi insisi tirai serebelar terutama mencakup gejala peningkatan tekanan intrakranial, perubahan pupil, gangguan motorik, kesadaran yang berubah, dan gangguan pada tanda-tanda vital. Peningkatan tekanan intrakranial terutama dimanifestasikan oleh sakit kepala yang parah dan sering muntah yang tidak terkait dengan asupan makanan. Sakit kepala semakin memburuk dan disertai dengan iritabilitas. Tanda-tanda vital yang terganggu dapat mencakup denyut jantung yang melambat atau tidak teratur, tekanan darah tinggi dan rendah, pernapasan tidak teratur, keringat yang banyak atau tertutup, dan kulit memerah atau pucat. Suhu tubuh bisa mencapai 41°C atau lebih tinggi atau mungkin tidak naik. Akhirnya, kegagalan pernapasan dan peredaran darah dapat menyebabkan henti napas, penurunan tekanan darah dan henti jantung. Pasien dengan hernia foramen magnum memiliki onset gangguan tanda-tanda vital yang lebih awal dan onset kesadaran yang lebih lambat. Pasien bisa meninggal lebih awal akibat henti napas mendadak. Jika penyebab herniasi otak jelas, pembedahan harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghilangkan penyebabnya, atau jika penyebabnya sulit didiagnosis atau dihilangkan, pembedahan paliatif dapat dilakukan untuk mengurangi hipertensi intrakranial.