1 . Dukungan psikologis Kerabat harus terus mengikuti situasi ideologis pasien, selain perawatan fisik, juga harus memperhatikan dukungan spiritual, menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan pasien secara tepat waktu sehingga dapat bekerja sama dengan perawatan. 2 . Lindungi “tanda” bidang iradiasi Sebelum radioterapi, dokter akan secara akurat menentukan lokasi iradiasi dan menggambar garis merah sebagai tanda radioterapi. Tanda radioterapi sama pentingnya dengan tempat pembedahan, dan harus dijaga agar tetap bersih. Ketika garis warna menjadi pucat, dokter harus diminta untuk menggambar garis yang jelas, dan “tanda” tidak boleh terhapus, atau garis tersebut tidak dapat digambar ulang dengan cara yang persis sama dengan yang asli, sehingga mempengaruhi kemanjuran pengobatan. 3, penyesuaian pola makan pasien sering karena kerusakan radiasi, anoreksia, mual dan muntah dan reaksi merugikan lainnya, harus didasarkan pada situasi spesifik pasien, memperkuat nutrisi. Seperti mendorong lebih banyak sayuran kaya vitamin A, lebih banyak susu, minyak ikan kod, telur dan makanan berprotein tinggi yang mudah dicerna lainnya, untuk memfasilitasi tubuh memperbaiki jaringan yang rusak. Penting untuk tidak membiarkan pasien mengalami penurunan berat badan yang signifikan selama radioterapi, pengalaman menunjukkan bahwa: nafsu makan yang baik, makan lebih banyak bermanfaat untuk pengobatan tumor dan mengatasi efek samping. Beberapa pasien selama radioterapi juga disertai dengan perubahan indra penciuman dan pengecapan, seperti: mulut pahit, tidak suka gula, tidak tahan dengan bau masakan, dll. Oleh karena itu, dalam menyiapkan makanan, perhatikan warna, aroma dan rasa, porsi makan dalam jumlah sedikit, kontrol nyeri yang tepat sebelum makan, dan berjalan-jalan sebelum makan. Pada saat yang sama harus dilarang merokok dan alkohol, hindari gorengan pedas dan makanan yang merangsang lainnya dan makanan yang terlalu keras, dorong pasien untuk minum lebih banyak sup. Mempercepat ekskresi racun dalam tubuh. 4, perawatan kulit bidang iradiasi Iradiasi radiasi akan terjadi setelah kulit mengalami berbagai tingkat reaksi akut, dimanifestasikan sebagai eritema, sensasi terbakar, gatal, pengelupasan pecah dan sebagainya. Mengurangi reaksi kulit akut yang disebabkan oleh metode radioterapi adalah: menjaga kebersihan kulit di lapangan penyinaran, mengeringkan, mencegah infeksi, kulit lokal untuk menghindari rangsangan, melakukan “lima tidak empat dilarang pantang tidak”. Jangan menggaruk dengan tangan, jangan memakai pakaian berleher tinggi yang kaku (penyinaran leher), jangan terpapar sinar matahari yang kuat, jangan melakukan inframerah dan terapi fisik lainnya, melarang penggunaan pita perekat atau plester perekat, melarang injeksi, melarang kompres panas, melarang pengobatan sendiri, hindari sabun atau scrub krim kulit, jangan menggunakan obat yang menyebabkan iritasi atau yang mengandung logam berat, seperti yodium, asam merkuri, minyak bunga, dan sebagainya. Untuk area reaksi yang perlu mencukur jenggot atau rambut, gunakan alat cukur listrik. 5, perawatan reaksi radioterapi kepala dan leher Iradiasi kepala dan wajah sering kali dapat menyebabkan penyumbatan mukosa mulut dan edema, ulserasi, mulut kering, nyeri, sulit makan, mudah memperumit infeksi, dan pada kasus yang parah, mempengaruhi menelan. Metode pencegahan dan pengobatan meliputi: iradiasi oral harus dilepas terlebih dahulu gigi palsu, gigi emas, untuk mengurangi reaksi mukosa mulut; iradiasi mukosa mulut, sekresi ludah, serta perubahan komposisi kemoterapi, yang mengakibatkan peningkatan laju karies gigi, pasien harus diminta untuk menggunakan pasta gigi berfluoride; untuk menjaga kebersihan mulut, minum lebih banyak teh; berkumur dengan cairan Duo Bei empat kali sehari, bilas rongga hidung dengan larutan garam, dengan obat tetes hidung minyak peppermint majemuk; krim sariawan oral, curah seperti timah, angin laringofaring dua dosis Pasien harus disarankan untuk berhenti merokok dan minum-minuman keras serta menghindari alkohol dan tembakau. Anjurkan pasien untuk berhenti merokok dan alkohol, hindari makan makanan yang merangsang seperti minyak, menggoreng, menumis dan makanan pedas, dan jangan makan makanan yang terlalu panas, untuk mengurangi rangsangan pada rongga mulut. Ajari pasien untuk tidak membuang ingus dan bersin terlalu keras, tidak mengupil dan merangsang selaput lendir nasofaring, perhatikan istirahat, cegah masuk angin dan obati batuk tepat waktu. 6, kehidupan dan pekerjaan yang teratur dan waktu istirahat Pastikan tidur yang cukup, hindari kelelahan dan kegembiraan emosional, yang dapat mengurangi reaksi radioterapi. Radioterapi adalah salah satu dari tiga pengobatan utama untuk tumor ganas, yaitu metode pengobatan dengan menyinari tumor dengan berbagai jenis sinar dengan energi yang berbeda untuk menghambat dan membunuh sel kanker. Radioterapi dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan pembedahan dan kemoterapi sebagai bagian dari pengobatan komprehensif untuk meningkatkan tingkat kesembuhan kanker. Radioterapi untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum pembedahan dapat memberikan kesempatan kepada pasien yang tidak dapat dioperasi untuk menjalani pembedahan. Untuk kanker stadium lanjut, radioterapi paliatif dapat digunakan untuk meringankan tekanan dan rasa sakit.