Tujuan Untuk menganalisis kelayakan, keamanan dan metode reseksi bedah torakoskopi untuk pengobatan penyakit septum paru intralobar. Metode Analisis retrospektif terhadap 17 pasien dengan segregasi paru intralobar yang diobati dengan bedah torakoskopi dari Desember 2006 hingga September 2011 di rumah sakit kami, termasuk 7 laki-laki dan 10 perempuan dengan usia rata-rata 40,3 (14-61) tahun. Diagnosis pra-operasi dikonfirmasi oleh CT yang disempurnakan pada 9 kasus dan tidak dikonfirmasi pada 8 kasus. Sayatan dipilih sebagai sayatan tiga lubang, dan setelah menemukan arteri anomali di dalam ligamentum pulmonal inferior, biasanya dipotong dengan menggunakan jahitan pemotongan linier, diikuti dengan reseksi baji atau lobektomi paru-paru, tergantung pada situasinya. Hasil Tujuh belas pasien menjalani pembedahan torakoskopi yang sukses tanpa bukaan antara dan tidak ada komplikasi pascaoperasi yang serius. 5 pasien memilih untuk menjalani reseksi baji paru, 4 berhasil diselesaikan dan 1 dikonversi ke lobektomi; 12 menjalani lobektomi langsung. Waktu operasi rata-rata adalah 128 (80-170) menit, volume perdarahan rata-rata adalah 80 (5-200) ml, waktu drainase tabung dada pasca operasi rata-rata adalah 4,0 (2-6) d, dan rata-rata rawat inap di rumah sakit pasca operasi rata-rata adalah 7,6 (4-11) d. Patologi intraoperatif dan pasca operasi mengkonfirmasi isolasi paru intralobular pada semua pasien. Kesimpulan Bedah torakoskopi untuk isolasi paru intralobar aman dan layak dilakukan, dengan preferensi yang diberikan pada reseksi baji atau reseksi segmental paru bila keadaan memungkinkan.