Perut kembung sering dikaitkan dengan perasaan kembung dan disertai dengan mual, bersendawa, cegukan, kembung, dan sakit perut, dengan perbedaan individu dalam waktu yang tepat untuk mencapai puncaknya. Perut kembung pada bayi biasanya mulai muncul 1-2 bulan setelah lahir, dengan puncak serangan terjadi ketika pemberian ASI diganti dengan makanan campuran, atau pemberian susu formula murni, dan frekuensi serta tingkat keparahannya menurun setelah usia 6 bulan. I. Penyebab gejala: 1. Faktor fisiologis: Bayi dapat menderita perut kembung karena fungsi pencernaan yang belum sempurna, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, biasanya makan terlalu banyak susu atau tidak bersendawa setelah minum susu dapat menyebabkan perut kembung sementara, yang akan menghilang secara alami setelah bayi tumbuh dan berkembang dan secara bertahap menyempurnakan fungsi pencernaannya; 2. Faktor penyakit: Ketika terjadi gangguan pencernaan, penyumbatan usus, kolesistitis, pankreatitis, dan penyakit lainnya, juga dapat menyebabkan perut kembung. Hal ini biasanya disertai dengan tangisan, kondisi mental dan nafsu makan yang buruk. Perawatan harian: Dianjurkan untuk menepuk-nepuk punggung bayi setelah menyusu untuk mendorong bersendawa dan mengeluarkan gas. Anda juga dapat memijat perut bagian bawah dengan lembut searah jarum jam atau mengompres perut bagian bawah dengan kompres panas untuk merangsang gerakan peristaltik usus dan membantu bayi mengeluarkan gas. Jika bayi menderita gangguan pencernaan, ia dapat diberikan obat untuk meningkatkan motilitas lambung atau mengatur flora usus, seperti tablet Bifidobacterium trieti dan tablet lambung.