TUJUAN: Untuk membandingkan efektivitas klinis laparoskopi multisaluran port tunggal transumbilikal dengan laparoskopi transabdominal standar untuk nefrektomi non-fungsional. METODE: Dari September 2009 hingga Agustus 2013, 72 nefrektomi non-fungsional invasif minimal dilakukan pada kelompok bedah yang sama, di mana 50 di antaranya merupakan prosedur laparoskopi transabdominal standar dan 22 merupakan prosedur laparoskopi multisaluran transumbilikal. Hasil: Semua 72 operasi berhasil, tanpa operasi terbuka antara. Skor nyeri pasca operasi (4,3±1,0 vs 3,7±0,8, P=0,015), waktu pemulihan ventilasi usus pasca operasi [(58,1±16,1) jam vs (49,2±14,0) jam, P=0,032)], dan waktu pemasangan selang drainase pasca operasi [(3,9±1,5) d vs (2,8±1,1) d] pada kelompok laparoskopi standar dan kelompok laparoskopi saluran tunggal porta transumbilikalis dibandingkan. (P=0.003)], rawat inap pasca operasi [(7.3±3.1)d vs (6.3±3.4)d, P=0.048], dan kepuasan sayatan bedah (7.4±0.9 vs 8.0±0.6, P=0.001) secara statistik signifikan. Perbedaan waktu operasi dan perdarahan intraoperatif antara kedua kelompok tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan: Dibandingkan dengan nefrektomi laparoskopi transabdominal standar untuk nefrektomi non-fungsional, bedah laparoskopi port tunggal transumbilikal memiliki keuntungan berupa nyeri pascaoperasi yang lebih sedikit, pemulihan ventilasi usus yang lebih cepat, pembuangan drainase yang lebih awal, dan kepuasan insisi yang lebih tinggi, tetapi kemanjuran jangka panjangnya masih perlu diamati.