Sebuah laporan terbaru tentang konstipasi obat otot yang dirilis oleh Harvard Medical School juga menunjukkan bahwa wanita yang mengenakan sepatu hak tinggi secara teratur rentan mengalami inkontinensia urin. Para ahli tes yang terlibat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa wanita selalu mendarat dengan telapak tangan terlebih dahulu saat mengenakan sepatu hak tinggi, yang memberikan lebih banyak tekanan pada panggul. Semakin besar tekanan yang dilaporkan pada panggul, semakin cepat perawatan medis otot di dekatnya, seperti sfingter uretra eksternal, akan mengalami kemunduran, yang mengakibatkan kontrol uretra terhadap buang air kecil menjadi lemah dan menyebabkan inkontinensia urin. Dalam hal ini, para peneliti mengatakan bahwa ketika seseorang berjalan dengan normal, kedua kaki akan merasakan rangsangan yang harmonis pada otak melalui stimulasi dopamin medium neuro-aging. Sebaliknya, mengenakan sepatu hak tinggi menyebabkan betis menegang dan pusat gravitasi berubah, sekaligus mengurangi rangsangan otak oleh dopamin, yang pada gilirannya mengubah resep aktivitas kortikal, yang berpotensi menyebabkan skizofrenia. Kaki datar: Kaki menopang tubuh dengan tiga titik negatif, yaitu tulang jari kaki pertama, tulang jari kaki kelima, dan tumit, yang berongga di tengahnya dan disebut lengkung. Sepatu hak tinggi menyebabkan otot betis menjadi tegang secara medis dan tendon di lengkungan meregang, lama kelamaan tendon akan menjadi rileks dan lengkungan akan kehilangan penyangga dan runtuh, sehingga mengakibatkan kaki rata. Tentu saja, sepatu hak tinggi bukan untuk tidak dipakai, tetapi untuk dipakai agar menjadi persegi, sesedikit mungkin. Pada acara-acara formal, sepasang sepatu hak tinggi yang layak diperlukan, tetapi biasanya ketinggian tumit berbanding lurus dengan bahaya yang ditimbulkannya pada tubuh. Hak sepatu tidak boleh melebihi 5 cm untuk menghindari gaya yang tidak merata pada kaki. Saat mengenakan sepatu hak tinggi, perhatikan untuk mengontrol pusat gravitasi tubuh, jangan menumpukan seluruh berat badan Anda pada tumit, yang sangat mudah membuat Anda kelelahan, Anda mungkin ingin sedikit mencondongkan tubuh Anda ke depan. Dan, sepatu hak tinggi tidak dapat dipakai terlalu lama, pakailah 4D5 jam sehari sebagaimana mestinya. Untuk pekerja kantoran, Anda dapat memiliki sepasang sepatu olahraga, mengenakan sepatu hak tinggi di tempat kerja, dan mengganti sepatu olahraga di penghujung hari, sehingga kaki dapat rileks dan pulih. Khususnya, sepatu hak tinggi dengan “paku” dapat meningkatkan kemungkinan pergelangan kaki Anda terkilir, jadi disarankan agar wanita tidak memakainya.