Sebagian besar penderita penyakit Parkinson memiliki gangguan gaya berjalan, yang terbagi dalam dua kategori: pertama, gangguan yang menetap, yang bermanifestasi sebagai gaya berjalan yang menyeret, ketidakmampuan mengangkat kaki dengan benar saat berjalan, serta tidak ada ayunan tungkai atas dan tidak ada gerakan yang terkoordinasi. Yang lainnya, paroksismal, dimanifestasikan oleh gaya berjalan yang membeku (pasien merasa kakinya terpaku pada lantai, yang dapat menyebabkan jatuh), gaya berjalan yang panik (langkah kecil ke depan yang patah-patah, kesulitan berbelok dan menyeberangi pintu, serta ketidakmampuan untuk berhenti tepat waktu), yang secara serius memengaruhi kualitas hidup. Hari ini, kami telah berbagi dengan Anda masalah yang berkaitan dengan gangguan gaya berjalan pada penyakit Parkinson, dan kami berharap ini akan membantu sesama penderita Parkinson! (i) Apa yang terjadi ketika terjadi gaya berjalan beku? 1.Setelah periode istirahat, ketika Anda siap untuk memulai. 2 .Saat berjalan (terutama saat melewati ambang pintu, memasuki lift atau eskalator, dan saat berbalik). 3 . Ketika pasien merasa cemas. 4 . Mungkin terkait dengan minum obat untuk mengendalikan gejala motorik penyakit Parkinson. (ii) Apa yang harus dilakukan jika terjadi gangguan gaya berjalan selama berjalan? 1 . Tarik napas dalam-dalam dan tetap tenang. 2 . Pertama-tama, kenali target yang ingin Anda tuju, stabilkan emosi Anda dan fokuskan perhatian Anda. 3 .Berjalanlah dengan tumit di atas tanah dan jari-jari kaki di atas tanah, pindahkan berat badan Anda ke satu kaki sebelum mengambil langkah berikutnya. Pada saat yang sama, cobalah mengayunkan lengan Anda. 4. Apabila Anda mengalami “gaya berjalan membeku”, bayangkan ada garis horizontal di tanah di depan Anda, langkahkan kaki Anda melewati garis tersebut dan berjalanlah perlahan-lahan, satu demi satu. 5. Anda dapat memberikan dorongan dan kepercayaan diri kepada diri sendiri untuk mengatasi rasa gugup Anda. (3) Bagaimana penderita penyakit Parkinson dapat memperbaiki gaya berjalan mereka? 1. Ingatkan diri Anda tentang kata kode untuk melangkah. Contohnya, objek yang harus dilangkahi, garis di lantai, atau berjalan mengikuti irama musik. 2 . Anda dapat menghadap cermin, menyesuaikan posisi tubuh, melihat lurus ke depan, mengayunkan lengan secara dramatis, mengangkat tungkai bawah bilateral secara interaktif, dan melakukan gerakan melangkah di tempat untuk mengatur panggung untuk berjalan normal. 3. Siapkan rintangan di ruang kecil untuk mendorong pasien mengatasi hambatan psikologis dan melangkah maju. 4. Pisahkan gerakan berjalan dan cobalah mendaratkan tumit terlebih dahulu saat berjalan. 5 .Beri diri Anda dorongan psikologis dan yakinlah bahwa Anda bisa melakukannya. 6 . Saat berjalan, jangan menjawab telepon, selalu berikan perhatian penuh, ketika Anda fokus pada satu hal, Anda akan sering mendapatkan hasil dua kali lipat dengan setengah usaha. 7, latihan keseimbangan: karena pasien penyakit Parkinson dengan gangguan refleks postural, berjalan cepat ke depan, ketika menghadapi rintangan atau berhenti tiba-tiba, mudah jatuh, jadi perlu latihan keseimbangan. Awalnya, latihan dapat dilakukan dengan duduk, secara bertahap beralih ke posisi tegak tanpa penyangga. Pasien dapat dibantu dengan gerakan berirama dan bergantian dengan menggunakan instruksi verbal, musik, tepukan tangan, cermin dan tanda di lantai. Misalnya, berdiri dengan jarak kaki 25-30 cm, menggeser pusat gravitasi ke kiri dan ke kanan serta ke belakang dan menjaga keseimbangan; gerakan melangkah ke depan dan ke belakang; rotasi batang tubuh dan panggul dari satu sisi ke sisi lain yang berakibat pada ayunan tungkai atas yang besar; melempar dan mengambil benda secara berulang-ulang; latihan perubahan motorik termasuk membalikkan badan di tempat tidur, naik dan turun tempat tidur, beralih dari duduk ke berdiri, dan dari tempat tidur ke kursi, dan lain-lain.