1.Kehidupan sehari-hari pasca operasi: Diet: orang tua harus belajar mencatat asupan air harian dan mengontrol asupan air, yang secara bertahap akan diangkat setelah 1-3 bulan, dan dalam kasus yang parah, perlu dikontrol selama enam bulan. Aktivitas: Hindari aktivitas berat dalam waktu satu bulan setelah pembedahan, dan secara bertahap tingkatkan jumlah aktivitas kemudian, dan lanjutkan sekolah setelah tiga bulan. Jika Anda merasa lemas, panik dan sesak napas, Anda harus menghentikan aktivitas Anda dan beristirahat. Mandi: Anda bisa melakukan ini setelah lukanya diurai. 2. Sayatan dan nyeri pasca-operasi: Dalam waktu 1-3 bulan setelah pembedahan, mungkin ada rasa sakit dan ketidaknyamanan di dalam dan di sekitar sayatan, yang sebagian besar merupakan reaksi normal pasca-operasi. Jangan biarkan anak mengorek-ngorek lukanya. Jika ada kemerahan lokal, bengkak atau menonjol, carilah perawatan dari dokter. 3. Obat oral: Obat jantung (digoxin): Sebagian pasien akan mengonsumsi digoxin untuk jangka waktu tertentu setelah pulang. Mereka harus menghitung denyut nadi mereka setiap hari dan mencari pertolongan medis jika denyut nadi melambat secara signifikan. Diuretik: Darah harus diambil untuk elektrolit sesuai resep untuk menghindari gangguan elektrolit seperti kalium rendah. Suplemen kalium: dapat dikonsumsi bersama makanan untuk menghindari iritasi gastrointestinal. Obat-obatan lain harus diminum sesuai resep dokter dan tidak boleh ditambah atau dikurangi secara sembarangan. 4. Tinjauan: Biasanya 3 bulan setelah operasi, untuk memahami situasi pemulihan dan untuk menentukan langkah pemulihan berikutnya atau rencana belajar dan kerja. Segera tindak lanjuti apabila ada perubahan kondisi.