Temperamen adalah sifat psikologis bawaan yang stabil secara genetis, dan bayi yang baru lahir menunjukkan temperamen yang berbeda sejak lahir, dan dengan stabilitas yang cukup tinggi. Pada umumnya ada lima tipe: santai (mudah dibesarkan), merepotkan (sulit dibesarkan), lambat untuk memulai, santai menengah dan merepotkan menengah. Pada masa bayi, tipe easy-going memiliki kehidupan yang teratur, bereaksi dengan lembut terhadap rangsangan baru, sering tersenyum saat melihat orang, bangun dengan gembira, tidak menangis dan mudah menerima hal-hal baru; tipe bermasalah memiliki kehidupan yang tidak teratur, orang dewasa tidak dapat memahami rasa lapar dan pola buang air besar mereka, bereaksi negatif, menarik diri dan menghindari rangsangan baru, tidak dapat beradaptasi atau lambat beradaptasi dengan perubahan lingkungan, memiliki reaksi emosional yang kuat dan sering kali negatif, bangun tidur dan menangis sebelum Berbeda dengan tipe bermasalah, anak-anak ini memiliki reaksi yang lembut baik dalam reaksi positif maupun negatif dan hanya memiliki rutinitas yang sedikit terganggu. Namun, tidak ada temperamen yang baik atau buruk dan ada aspek positif dan negatif dari setiap tipe temperamen, dan ada cara untuk mengajar mereka. Sisi positif dari anak yang santai adalah ia mudah bergaul, mudah beradaptasi, dan ceria, sedangkan sisi negatifnya adalah ia bertindak gegabah dan tidak stabil secara emosional. Oleh karena itu, anak-anak ini harus diberi lebih banyak tugas untuk dikerjakan dan diajari untuk bersikap praktis, berdedikasi, dan mengatasi kesulitan. Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun mereka beradaptasi dengan cepat dan mudah dirawat ketika mereka sakit, kondisi mereka dapat berkembang secara diam-diam dan mudah untuk meremehkan kondisi mereka secara klinis. Anak-anak yang bermasalah memiliki kelebihan yaitu sensitif, emosional dan tenang, dan kekurangan yaitu memiliki kemauan keras, tidak dapat menyesuaikan diri dan temperamental. Anak-anak ini sulit untuk diasuh, terutama setelah usia 2 tahun. Temperamen mereka sangat dipengaruhi oleh ibu mereka, dan jika mereka diperingatkan dan dihentikan oleh ibu mereka dan tegas, perlawanan anak meningkat dan perilaku buruk diperkuat; tetapi jika mereka tidak diintervensi, mereka juga dapat mendorong perkembangan temperamen yang buruk. Oleh karena itu, anak-anak ini membutuhkan lebih banyak dorongan dan bimbingan untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menahan diri, beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungannya, serta berusaha untuk bersikap halus dan tenang dalam bergaul. Kekuatan anak-anak yang lamban belajar adalah kedalaman emosi dan kepraktisannya, sedangkan kelemahannya adalah ketidakpedulian, kurang percaya diri, dan terisolasi. Oleh karena itu, penting untuk memberikan waktu bagi mereka untuk berpikir dan bereaksi terhadap masalah dan tidak terburu-buru. Penting untuk mengingatkan orang tua bahwa sulit untuk mengubah temperamen anak melalui pendidikan dan bahwa cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membangun kekuatan mereka dan membantu mereka mengatasi aspek negatif dari temperamen mereka dan membangun kekuatan mereka.