Mengompol tiba-tiba pada anak berusia 7 tahun merupakan tanda peringatan enuresis pada masa kanak-kanak akibat stres

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi yang relevan dalam konten berikut ini telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Seorang ibu membawa anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun ke klinik dengan alasan utama mengompol tiba-tiba setelah masuk sekolah dasar berasrama pada bulan September tahun ini, dengan alasan bahwa anak laki-laki tersebut dapat dengan jelas mengekspresikan buang air besar di rumah sakit sebelum mulai sekolah. Pada saat masuk, melalui anamnesis dan analisis tes urin, dianggap bahwa anak tersebut mengalami maladjustment karena perubahan lingkungan dan tekanan mental telah menyebabkan enuresis pada anak-anak. Setelah 1 bulan menjalani konseling psikologis, kebiasaan mengompol anak membaik secara signifikan.

Informasi dasar】Laki-laki, 7 tahun

Jenis penyakit】 Enuresis pada anak

Rumah Sakit】Rumah Sakit Rakyat Keenam Shanghai

Tanggal Konsultasi】 Oktober 2021

Rencana Perawatan】Konseling Psikologis Perilaku

Periode Perawatan】 1 bulan perawatan, ditindaklanjuti di klinik setelah 1 bulan

Hasil】Peningkatan enuresis

I. Konsultasi awal

Suatu sore, ibu dari anak tersebut membawa anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun ke klinik untuk berkonsultasi mengenai masalah enuresis. Menurut sang ibu, anak tersebut relatif cerdas dan mampu mengekspresikan keinginannya untuk buang air besar dengan sangat tepat sejak berusia di atas 5 tahun. Baru-baru ini, mengompol tiba-tiba mulai terjadi, terutama setelah masuk sekolah dasar berasrama. Dalam proses berkomunikasi dengan anak tersebut, kami menemukan bahwa ia merasa malu dan malu setiap kali berbicara tentang mengompol, dan akan tersipu malu. Anak tersebut kemudian menjalani tes urine, yang pada dasarnya normal, dan penyakitnya pun diselidiki. Analisis saat ini menunjukkan bahwa perubahan lingkungan yang dialami anak tersebut telah membuatnya merasa tidak nyaman dan menyebabkan dia menderita enuresis.

II. Perawatan

Fokus utama pengobatan adalah pada bimbingan psikologis dan perilaku. Dalam lingkungan keluarga, orang tua harus lebih banyak hadir bersama anak-anak mereka, lebih banyak berkomunikasi dengan mereka, dan mempertahankan suasana hati yang optimis dan positif. Pada saat yang sama, Anda harus bergaul dengan anak-anak lain di asrama, bermain game, berteman, dan menjaga suasana hati anak Anda tetap rileks dan bahagia. Instruksikan anak Anda untuk tidak minum terlalu banyak air sebelum tidur, jaga suasana hatinya tetap tenang, dan buang air kecil sekali sebelum tidur untuk mengosongkan kandung kemihnya sepenuhnya.

III. Efek pengobatan

Setelah 1 bulan menjalani konseling psikologis, sang ibu membawa anaknya ke rumah sakit untuk konsultasi lanjutan dan mengatakan bahwa mengompol anaknya telah membaik secara signifikan dan ia telah mengembangkan kebiasaan buang air kecil yang baik, serta fenomena enuresis pada masa kanak-kanak telah berkurang secara efektif. Dia juga telah beradaptasi dengan baik dengan lingkungan sekolah dan bergaul dengan baik dengan guru-gurunya dan anak-anak lain. Dia tidak lagi takut dan kepribadiannya lebih ceria dari sebelumnya.

IV. Catatan

Kehilangan urin pada anak-anak biasanya disebabkan oleh faktor psikologis, sering kali berubah-ubah dalam beberapa situasi kehidupan, dan paling sering terlihat pada anak-anak yang sebelumnya telah menguasai buang air kecil dengan baik dan tiba-tiba mengalami kehilangan urin lagi. Kami senang bahwa anak ini pada dasarnya telah memperbaiki enuresisnya melalui perawatan psikologis. Pada saat yang sama, kami perlu menyarankan orang tuanya untuk memperhatikan perilaku dan emosinya dalam kehidupan sehari-hari, dan membimbingnya ke arah yang benar jika ia memiliki emosi yang buruk atau perilaku yang tidak normal. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan untuk memperbaiki lingkungan tidur anak, menghindari tempat tidur yang terlalu empuk atau keras, dan mengganti tempat tidur anak dengan ketebalan yang sesuai pada waktu yang tepat.

V. Wawasan pribadi

Enuresis pada anak di usia muda merupakan hal yang umum terjadi, sehingga orang tua tidak perlu terlalu khawatir dan perlu menganalisa penyebabnya dengan cermat. 

2. Jika gejalanya tidak berkurang, atau jika terlihat jelas bahwa anak kehilangan lebih banyak air seni daripada anak-anak seusianya, Anda perlu pergi ke rumah sakit untuk menyelidiki penyebabnya.

3. Untuk anak-anak dengan penyebab psikologis enuresis, penting untuk menjaga suasana hati anak tetap rileks dan mengurangi perhatian yang berlebihan serta menyalahkan. Biasanya, seperti pada kasus anak dalam kasus ini, gejalanya dapat diredakan secara signifikan melalui bimbingan psikologis.

4. Beberapa metode latihan berkemih dan menahan air seni dapat digunakan secara paralel untuk memperkuat kontrol diri terhadap sistem kandung kemih.