Setiap orang tua pasti pernah mengalami mengompol saat masih kecil, itulah sebabnya kebanyakan orang tua berulang kali mengabaikannya, karena percaya bahwa hal itu disebabkan oleh fakta bahwa saraf kemih pusat di otak anak tidak berkembang dengan baik dan mereka belum mengembangkan kebiasaan buang air kecil yang baik, yang menyebabkan mereka mengompol. Beberapa orang tua memarahi anak-anak mereka ketika mereka mengetahui bahwa anak mereka mengompol, dan hal ini menyebabkan kondisi ini semakin parah, menyebabkan anak dan orang tua menderita. Faktanya, hal ini salah: pada usia empat tahun, sistem saraf pusat otak telah berkembang sepenuhnya dan jika seorang anak masih belum dapat mengontrol buang air kecil sendiri dan mengompol dalam jangka waktu yang lama, lebih dari empat kali dalam seminggu, hal ini merupakan kelainan yang akan berdampak buruk bagi anak tersebut jika tidak ditangani secara serius dan dibiarkan berkembang. Jika seorang anak di atas usia empat tahun masih buang air kecil, ini adalah kasus enuresis. Penyebab enuresis pada anak adalah sebagai berikut: 1. Faktor genetik: Enuresis pediatrik berkaitan erat dengan genetika. Penelitian telah menemukan bahwa keluarga dengan riwayat penyakit ini memiliki prevalensi kembar monozigot yang lebih tinggi pada anak kecil daripada kembar dizigot. 2, pengurangan kapasitas kandung kemih fungsional: kapasitas kandung kemih anak-anak dengan enuresis lebih rendah dari normal, rata-rata kurang dari 50% dari normal, kapasitas kandung kemih rendah, kapasitas penyimpanan urin kecil, merangsang enuresis. 3.
Tidur berlebihan: Anak-anak tidur nyenyak di malam hari dan tidak mudah terbangun, sehingga tidak bisa bangun untuk buang air kecil sendiri, terkadang mereka dibangunkan oleh orang tua dalam keadaan linglung dan otak mereka mengantuk, sehingga tidak bisa dengan mudah menerima keinginan buang air kecil dari kandung kemih dan terbangun, atau bahkan mengalami refleks buang air kecil dalam mimpi dan mengompol di tempat tidur. 4.
Faktor psikologis: Anak-anak sangat terstimulasi atau hidup dalam suasana yang buruk dalam waktu yang lama, yang dapat memicu enuresis. Selain itu, orang tua tidak mendidik anak-anak mereka dengan cara yang benar dan tidak dapat menggunakan pengalihan yang baik untuk memperbaiki buang air kecil anak-anak mereka, sebaliknya mereka memarahi dan mengatur anak-anak, yang memperparah kondisi anak-anak yang terkena dampak. 5.
Kegagalan mengembangkan kebiasaan buang air kecil yang baik: Selama masa pertumbuhan anak kecil, orang tua terus membiarkan anak mereka buang air kecil atau membiarkan mereka buang air kecil sendiri, membiarkan mereka bermain sambil buang air kecil. Anak-anak tidak mengembangkan kebiasaan buang air kecil yang baik dan lapar serta tidak dapat menahan buang air kecil sendiri, sehingga mengakibatkan buang air kecil tanpa disadari saat tidur di malam hari. Orang tua yang memiliki anak dengan enuresis harus menggabungkan penyebab-penyebab yang disebutkan di atas untuk memahami penyebab sebenarnya dari enuresis anak mereka, sehingga mereka dapat menangani enuresis anak mereka dengan lebih baik. Ketika diketahui bahwa anak mereka mengalami enuresis, orang tua harus mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Dianjurkan untuk menjadi asin dan kering dan tidak minum air sebelum tidur (kecuali di musim panas). Juga tidak tepat untuk makan buah-buahan seperti semangka, jeruk, pir mentah, dan susu untuk mengurangi jumlah air seni yang tersimpan di kandung kemih di malam hari. 2. Tetapkan sistem hidup yang wajar Anda harus membuat kehidupan, pola makan, dan kehidupan anak Anda teratur. Sebaiknya, Anda memaksakan tidur siang agar mereka tidak terlalu banyak tidur di malam hari dan tidak mudah dibangunkan oleh orang dewasa untuk buang air kecil. 3, tidak boleh terlalu bersemangat sebelum tidur harus mengembangkan kebiasaan anak untuk tidur tepat waktu, orang tua tidak boleh membiarkan anak beraktivitas berat sebelum tidur, tidak menonton film dan video yang mendebarkan dan menegangkan, agar tidak membuat anak terlalu bersemangat. 4, sebelum tidur buang air kecil yang bersih Untuk mengembangkan kebiasaan anak-anak setiap hari sebelum tidur untuk buang air kecil yang bersih dan menyeluruh, untuk membuat kandung kemih kosong dari urin. Jika memungkinkan, mandikan anak Anda sebelum tidur. 5. Ganti seprai dan celana yang basah tepat waktu Seprai yang digunakan anak Anda untuk tidur harus bersih dan hangat, dan harus diganti tepat waktu setelah mengompol.