Definisi keadaan vegetatif dan kriteria diagnostik klinis: ① Ketidaksadaran akan diri sendiri dan tidak responsif terhadap dunia luar. ②Tidak ada respons psiko-perilaku terhadap penglihatan, suara, sentuhan atau rangsangan berbahaya. Tidak ada kemampuan untuk berkomunikasi atau mengekspresikan diri. ④ Terdapat siklus pembukaan mata saat tidur. ⑤ Fungsi hipotalamus dan batang otak (pernapasan, denyut jantung, tekanan darah, dll.) masih dipertahankan. (6) Inkontinensia. (7) Refleks saraf kranial dan sumsum tulang belakang ada tetapi bervariasi, sementara aktivitas EEG dan potensi yang ditimbulkan batang otak ada. Secara internasional, “keadaan vegetatif” dibagi menjadi tiga jenis: yang berlangsung dalam satu bulan disebut “keadaan vegetatif sementara”; yang berlangsung dari satu bulan hingga satu tahun disebut “keadaan vegetatif persisten Yang berlangsung antara satu bulan hingga satu tahun disebut “keadaan vegetatif persisten”; yang berlangsung lebih dari satu tahun disebut “keadaan vegetatif permanen”. Istilah “vegetatif” berarti pasien berada dalam keadaan vegetatif yang persisten. Kriteria diagnostik untuk “keadaan vegetatif”: Pada pertengahan April 1996 di Nanjing, kriteria diagnostik pertama untuk pasien dalam keadaan vegetatif – “keadaan vegetatif” – dirumuskan oleh para ahli dalam negeri yang terkenal di bidang bedah saraf dan pengobatan darurat: (1) hilangnya fungsi kognitif, tidak ada aktivitas sadar, ketidakmampuan untuk melaksanakan instruksi, (2) mempertahankan pernapasan sukarela dan tekanan darah, (3) siklus tidur, (4) ketidakmampuan untuk memahami atau mengekspresikan bahasa, (5) kemampuan untuk membuka mata secara otomatis atau sebagai respons terhadap rangsangan, (6) gerakan pelacakan mata tanpa tujuan, (7) Fungsi subthalamic dan batang otak sebagian besar dipertahankan