Nodul tiroid sangat umum dan ada banyak jenis nodul yang berbeda, jadi apa yang harus Anda lakukan jika Anda mengetahui bahwa Anda memiliki nodul tiroid? Langkah pertama adalah mengunjungi ahli endokrinologi, yang akan memberi Anda tes yang sesuai untuk menentukan sifat nodul. Tes yang paling umum adalah: 1. ultrasonografi resolusi tinggi: ultrasonografi resolusi tinggi memiliki keunggulan karena non-invasif, non-radioaktif dan dapat diulang sesuka hati, dan merupakan salah satu tes rutin; 2. biopsi aspirasi jarum halus dari nodul tiroid: aspirasi jarum halus memiliki risiko minimal, akurasi tinggi dan pada dasarnya tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien. 3. Tes fungsi tiroid: Ini termasuk hormon perangsang tiroid (TSH), T3 bebas, dan T4 bebas, dan merupakan tes penting untuk menentukan apakah nodul disertai kelainan fungsional; tes berikut ini tidak rutin dan dipilih sesuai dengan kondisi masing-masing individu: 1. Tes fungsi tiroid: Tes ini tidak rutin dan dipilih sesuai dengan kondisi masing-masing individu. 2. Tes pencitraan lainnya seperti CT dan MRI sangat berharga dalam menentukan ukuran tumor dan obstruksi jalan napas, dan sebaiknya hanya dipertimbangkan apabila ada kebutuhan untuk memeriksa apakah tumor menyerang dan menekan jaringan di sekitarnya. Tiroglobulin dan antibodi peroksidase tiroid diukur ketika dicurigai adanya tiroiditis limfositik kronis, kalsitonin digunakan dalam diagnosis karsinoma meduler, dan tiroglobulin digunakan untuk tindak lanjut dinamis setelah tiroidektomi total untuk kanker tiroid.