Keracunan timbal dapat ditentukan dari riwayat paparan timbal, manifestasi klinis, dan pemeriksaan tambahan. 1. Riwayat paparan timbal: misalnya, menghirup debu atau uap timbal di lingkungan kerja; atau menggunakan peralatan makan yang mengandung timbal atau mengonsumsi obat yang mengandung timbal secara berlebihan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Manifestasi klinis: Keracunan timbal akut dapat bermanifestasi sebagai kram perut, anemia, dan hepatitis toksik. Pada kasus yang parah, nefropati toksik dan ensefalopati toksik dapat terjadi. Selain itu, dapat terjadi mual, muntah, rasa logam di mulut, pusing, lemas, dan gejala lainnya. 3. Pemeriksaan tambahan: batas atas nilai normal timbal dalam darah adalah 400μg/L, dan peningkatannya menunjukkan adanya paparan timbal baru-baru ini, yang belum tentu terkait dengan jumlah total timbal dalam tubuh. Batas atas timbal dalam urin adalah 70μg/L, yang memiliki arti yang sama dengan timbal dalam darah, dan mudah terkontaminasi oleh faktor lingkungan dan sangat berfluktuasi. Pemeriksaan neuromuskuler menunjukkan perlambatan konduksi saraf sensorik dan motorik perifer. Kerusakan hati dan limpa dapat terlihat pada beberapa tes pencitraan keracunan timbal. Jika ada ketidaknyamanan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan mengikuti petunjuk dokter untuk melakukan perawatan standar seperti pengeluaran timbal setelah diagnosis yang jelas.