Depigmentasi lobular paling sering terlihat pada sklerosis tuberous dan merupakan salah satu manifestasi klinisnya, sebagai bercak oval, lobular, hipopigmentasi. Gejala neurologis pada pasien dengan tuberous sclerosis meliputi kejang dan keterbelakangan mental. Kejang dapat mendahului lesi dan berbentuk kejang infantil, kejang terbatas, kejang psikomotor atau kejang umum. Namun demikian, pasien juga dapat dibantu dalam memulihkan kesehatan mereka jika mereka memiliki pola makan yang masuk akal selama perawatan. Bagaimana diet dapat mengobati depigmentasi lobar? 1. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan protein tinggi; 2. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori tinggi; 3. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang menyegarkan sirkulasi darah dan menghilangkan stasis darah. Misalnya: 1. Susu: kandungan protein tinggi dan kaya akan kalsium, yang kondusif untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Cara penyajian: 500-1000ml per hari. 2. Beras ketan: tinggi kalori dan memiliki efek bergizi, menghambat pembentukan nodul dan meningkatkan kekebalan jaringan kulit. Cara penyajian: 200g per makanan, disajikan langsung. 3, ayam rebus Saffron: Saffron memiliki efek yang baik untuk mengaktifkan sirkulasi darah dan mengatasi stasis darah. Memasak dengan ayam dapat meningkatkan sirkulasi darah tubuh dan memfasilitasi pembuangan nodul. Metode penyajian: 25g dengan rebusan ayam dapat digunakan. Kontraindikasi diet: 1. Hindari makan makanan yang kaya akan warna buatan; 2. Hindari makan makanan yang mudah alergi.