Pengetahuan tentang gangguan bipolar

I. Apa itu gangguan bipolar? Ini adalah gangguan suasana hati. Gangguan ini bergantian antara suasana hati yang sangat tinggi dan sangat rendah, yang berbeda dengan suasana hati orang pada umumnya. Bila gangguan ini parah, dapat menyebabkan kesulitan dalam keluarga, pekerjaan, studi atau kehidupan sosial, dan bahkan menyebabkan bunuh diri. II. Etiologi Tidak ada penyebab tunggal. Riwayat kesehatan keluarga, kimiawi otak memainkan peran utama dalam membentuk penyakit ini. Kepribadian dan stres juga dapat memicu penyakit ini. Gejala Pasien dapat mengalami suasana hati yang ekstrem, dari tinggi ke rendah, dengan periode normal di antara episode-episode. Pasien mungkin mengalami perubahan berikut: Suasana hati yang tinggi (bisa hanya sebagian gejala): 1) suasana hati yang sangat baik, peningkatan aktivitas; 2) energi yang tinggi, berpikir terlalu banyak dan terlalu cepat; 3) berbicara lebih banyak daripada biasanya atau lebih cepat; 4) kurang tidur tanpa merasa lelah; 5) penilaian yang buruk, kehilangan kontrol diri, suka menghabiskan uang; 6) melebih-lebihkan kemampuan diri sendiri, dll. Suasana hati yang tertekan (bisa hanya sebagian gejalanya saja): 1. Merasa sedih – menangis tanpa alasan yang jelas; 2. Merasa putus asa atau hampa; 3. Merasa bersalah atau merasa tidak berharga; 4. Hilangnya kesenangan yang dulu pernah dirasakan; 5. Berkurangnya energi atau merasa lelah; 6. Tidur terlalu banyak atau kurang; 7. Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari sebelumnya; 8. Tidak bisa tidur dengan nyenyak; 9. Tidak bisa tidur dengan nyenyak; 10. Tidak bisa tidur dengan nyenyak; 11. Tidak bisa tidur dengan nyenyak; 12. Tidak bisa tidur dengan nyenyak; 13. Tidak bisa tidur dengan nyenyak, Bahkan ingin bunuh diri. IV. Pengobatan Pengobatan yang terstandarisasi dapat menghasilkan respon yang baik. Karena kekambuhan sering terjadi, pengobatan harus dilanjutkan. Obat-obatan (penstabil emosi, dll.) dan psikoterapi (belajar mengendalikan stres, dll.) harus digunakan dalam kombinasi. Kadang-kadang perlu untuk mengubah dan menyesuaikan pengobatan (jenis dan dosis obat). Selain itu, dukungan dari keluarga, teman, psikoterapi, dan kelompok swadaya juga sangat membantu.