1. Apa yang dimaksud dengan nodul tiroid? Benjolan di kelenjar tiroid secara kolektif dikenal sebagai nodul tiroid dan merupakan jenis kondisi tiroid yang paling umum. Nodul ditemukan pada palpasi sekitar 3-7% kasus, sementara USG dapat mengungkapkan nodul pada 20-76% subjek. Mereka lebih sering terjadi pada wanita daripada pria (4:1) dan lebih sering terjadi pada orang paruh baya dan lebih tua daripada pada remaja. Nodul sebenarnya hanyalah gambaran morfologi tumor, kista, massa inflamasi atau penyakit lain yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tiroid. Ada nodul tiroid jinak dan ganas, tetapi tidak ada presentasi klinis yang spesifik. Oleh karena itu, sifat nodul tiroid tidak dapat ditentukan hanya dengan pemeriksaan fisik atau USG saja, tetapi juga memerlukan kombinasi riwayat, pemeriksaan fisik, tes laboratorium dan bahkan pemeriksaan patologis. Tentu saja, secara obyektif, mayoritas nodul tiroid adalah jinak dan hanya 5% yang ganas. Bahkan nodul tiroid ganas jauh lebih tidak agresif daripada, misalnya, kanker paru-paru. Oleh karena itu, begitu nodul ditemukan, tidak perlu panik. 2. Apa penyebab nodul tiroid? Penyebab nodul tiroid sangat kompleks dan saat ini diperkirakan terkait dengan faktor-faktor seperti paparan radiasi, autoimunitas, genetika dan asupan yodium. Riwayat paparan radiasi merupakan faktor penyebab penting untuk kanker tiroid. Individu yang menerima dosis paparan 10-1000 rad di masa kanak-kanak memiliki insiden kanker tiroid yang lebih tinggi. Pasien dengan tiroiditis autoimun rentan terhadap nodul tiroid. Tidak ada bukti bahwa kanker tiroid lainnya bersifat turun-temurun, kecuali karsinoma meduler familial, dan hanya sekitar 7% pasien dengan kanker tiroid papiler yang mungkin memiliki predisposisi familial. Kekurangan yodium yang parah dan asupan yodium yang berlebihan keduanya dapat menyebabkan nodul tiroid. 3. Bagaimana nodul tiroid didiagnosis? Ultrasonografi memiliki resolusi yang ideal dan dapat mendeteksi nodul sekecil diameter 2 mm, sehingga meningkatkan sensitivitas deteksi nodul tiroid. Ini juga bisa digunakan untuk mengikuti pertumbuhan nodul. 4. Apa yang terjadi ketika nodul tiroid ditemukan? Cara terbaik untuk membedakan antara nodul tiroid jinak dan ganas adalah sitologi aspirasi jarum halus (FNA) yang dipandu ultrasound pada nodul tiroid. Namun, tidak semua pasien dengan nodul tiroid dapat menjalani FNA. FNA terutama dilakukan pada nodul berdiameter ≥1 cm dan pada nodul yang tidak terlalu besar tetapi memiliki: (1) terapi radiasi sebelumnya pada kepala dan leher; (2) riwayat keluarga dengan kanker tiroid meduler atau tumor endokrin multipel tipe II; (3) usia <20 atau >70 tahun; (4) laki-laki; (5) nodul yang tumbuh cepat; (6) nodul keras dengan margin yang tidak jelas; (7) nodul yang (vii) nodul yang tidak dapat bergerak; (viii) pembesaran kelenjar getah bening serviks; (ix) suara serak, batuk, disfagia, dispnoea, dll. Untuk nodul yang lebih kecil dari 1 cm, USG tindak lanjut dapat dilakukan setiap 3-6 bulan. Jika nodul ditemukan dengan cepat bertambah besar, atau jika pola USG ganas muncul, FNA atau pembedahan mungkin diperlukan. 5. Apa yang harus saya perhatikan dalam hal diet untuk nodul tiroid? Diperlukan analisis kasus per kasus. Pertama-tama, penyebab dan klasifikasi nodul tiroid harus diklarifikasi dan diet yang tepat harus diadopsi sesuai dengan kondisi nodul tiroid yang berbeda. Jika nodul dikaitkan dengan hipertiroidisme Graves, diperlukan diet ketat untuk menghindari yodium, dengan garam non-iodisasi dan larangan makanan laut seperti rumput laut, nori dan ikan laut. Jika nodul adalah adenoma penghasil hormon tiroid yang berfungsi tinggi, yodium juga harus dihindari secara ketat, karena yodium adalah salah satu bahan baku sintesis hormon tiroid, dan asupan yodium juga dapat meningkatkan sintesis hormon tiroid, sehingga memperburuk gejala hipertiroidisme. Dalam kasus nodul yang tidak berfungsi, yang berarti tidak ada efek pada fungsi tiroid, tidak perlu menghindari yodium dalam makanan. Dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan seperti lobak dan kubis, karena penelitian saat ini telah menemukan bahwa kedua makanan ini mendorong pertumbuhan nodul tiroid. 6. Apa saja fitur USG yang mengindikasikan kanker tiroid? Ultrasonografi menunjukkan nodul dengan mikrokalsifikasi, invasi lokal, metastasis kelenjar getah bening, nodul dengan aspek rasio lebih besar dari 1, nodul dengan batas yang tidak terdefinisi dengan baik, morfologi yang tidak teratur, nodul dengan hipoekogenisitas yang signifikan, atau komponen parenkim dengan aliran darah yang melimpah di nodul. Semakin banyak indikasi ini, semakin besar kemungkinan keganasan, dan sitologi aspirasi jarum halus lebih lanjut dari nodul tiroid diperlukan jika ada kecurigaan tingkat tinggi.