Setelah tahun 1967, penggunaan bronkoskopi dalam praktek klinis semakin dipopulerkan dan ditingkatkan dengan penerapan bronkoskopi serat optik (selanjutnya disebut bronkoskopi fibreoptik) yang dikembangkan oleh Ikeda dkk. ke dalam praktek klinis, munculnya biopsi paru transbronkoskopi (TBLB), teknik bronchoalveolar lavage (BAL), dan berbagai alat pengobatan intervensi. Saat ini, bronkoskopi dapat digunakan tidak hanya untuk mendiagnosis dan mengobati lesi endotrakeobronkial, tetapi juga untuk mengevaluasi penyakit paru-paru perifer dan bahkan untuk membantu stadium dan memandu pengobatan kanker bronkopulmoner. (i) Indikasi dan kontraindikasi untuk bronkoskopi