Prevalensi kardiomiopati dilatasi

Kardiomiopati dilatasi bersifat turun-temurun, dan insiden kardiomiopati jenis ini di Tiongkok kira-kira (13-84)/100.000. Setelah diagnosis, pasien memiliki tingkat kelangsungan hidup sekitar 50% pada 5 tahun dan sekitar 25% pada 10 tahun. Manifestasi klinis penyakit ini terutama gagal jantung, aritmia, kematian mendadak, pembesaran jantung dan tromboemboli, dan prognosis penyakit ini relatif buruk. Pengobatan klinis terutama bersifat simtomatik dan suportif, dan pasien disarankan untuk menggunakan obat-obatan yang mencegah perubahan lebih lanjut dalam morfologi jantung dan memperlambat perkembangan penyakit, misalnya, pasien dapat memilih untuk menerapkan obat-obatan seperti perindopril, metoprolol dan spironolakton, yang dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit.