Hipoglikemia terjadi ketika konsentrasi glukosa darah berada di bawah 2,8 mmol/L pada orang normal dan di bawah 3,9 mmol/L pada pasien diabetes. Pasien sering mengalami gejala panik, disertai dengan keringat dingin, rasa lapar, tangan gemetar, pusing, dan pada kasus yang lebih parah, gejala kejiwaan, mengigau, dan epilepsi. Selain hipoglikemia, kondisi jantung seperti gondok yang menyebar dengan hipertiroidisme, sindrom hipermetabolik, miokarditis virus, kardiomiopati, penyakit jantung hipertensi, dan lain-lain, juga dapat menyebabkan kepanikan, sehingga pasien harus memperhatikan untuk membedakannya. Jika kepanikan disebabkan oleh hipoglikemia, penyebab umumnya adalah: 1, asupan yang tidak mencukupi: puasa berkepanjangan, diet, dispepsia gastrointestinal dan penyebab lain dari asupan yang tidak mencukupi; 2, gangguan katabolik: penyakit hati, penyakit penyimpanan glikogen dan penyakit lainnya, yang mengakibatkan gangguan penguraian glikogen hati atau gangguan penguraian glikogen; 3, konsumsi berlebihan: aktivitas fisik yang berat, diabetes melitus ginjal dan penyebab lain dari konsumsi gula yang berlebihan; 4, konversi terlalu banyak: obat hipoglikemik Penggunaan obat penurun glukosa atau insulinoma yang berlebihan menyebabkan konversi gula yang berlebihan. Setelah terjadinya hipoglikemia, pasien harus menambah gula tepat waktu, dapat minum air gula, jika perlu, infus glukosa intravena.