Enuresis adalah istilah umum untuk mengompol dan sangat umum terjadi pada anak-anak. Hal ini terutama terjadi pada anak-anak di atas usia 5 tahun yang buang air kecil tanpa disadari di malam hari >2 kali seminggu selama lebih dari 3 bulan. Pada sejumlah kecil kasus, gejalanya dapat bertahan hingga dewasa. Ada dua jenis enuresis: enuresis primer dan enuresis sekunder. Enuresis primer didefinisikan sebagai enuresis tanpa adanya kelainan neurologis atau patologi saluran kemih yang jelas. Penyebab enuresis primer termasuk perkembangan kortikal yang tertunda dan tidur yang lebih nyenyak. Enuresis sekunder terutama disebabkan oleh spina bifida bawaan dan kandung kemih neurogenik. Selain enuresis nokturnal, enuresis sekunder dapat disertai dengan gejala kencing di siang hari, seperti sulit buang air kecil dan sering buang air kecil. Sebagian besar kasus enuresis dipengaruhi oleh faktor genetik, dengan orang tua dan saudara laki-laki yang sering mengalami enuresis yang sama. Pengobatan enuresis dimulai dengan mengidentifikasi apakah enuresis itu primer atau sekunder, dan tergantung pada penyebabnya, memilih pengobatan yang sesuai. Sebagian besar anak dengan enuresis primer akan sembuh sendiri saat dewasa, dan terapi perilaku serta pengobatan sama efektifnya dalam mengobati kondisi ini. Secara ringkas, penyebab utama enuresis adalah keterlambatan perkembangan dan patologi neurologis. Enuresis primer sering kali sembuh secara spontan, tetapi tetap harus ditangani dengan terapi perilaku aktif.