Dengan turunnya suhu baru-baru ini, musim asma kembali berjalan lancar dan telah terjadi peningkatan jumlah pasien yang mengunjungi rumah sakit untuk serangan asma akut. Untuk menjaga agar pasien asma tetap “aman” selama musim dingin, penting untuk melakukan tindakan pencegahan. Karena cuaca di musim gugur sangat bervariasi dari siang hingga malam, maka penting untuk menjaga pakaian anak Anda agar dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca. Bagi mereka yang secara fisik lebih kuat, disarankan untuk melakukan pembekuan secukupnya di musim gugur untuk meningkatkan kekebalan terhadap dingin. Bagi mereka yang kurang bugar, orang tua harus menambah atau mengurangi pakaian pada waktunya. Berhati-hatilah untuk tidak memilih pakaian berbahan wol, bulu bebek, bulu binatang atau poliester, karena ini dapat menyebabkan alergi atau serangan asma. Pakaian bagi penderita asma harus selalu terkena sinar matahari. Menghirup udara dingin dan kering tidak baik untuk anak-anak penderita asma dan Anda harus mencoba untuk menghindari pergi keluar selama serangan asma. Udara berlumpur, tungau debu, serbuk sari, jamur, dan bulu binatang, semuanya telah dikaitkan dengan serangan asma. Dianjurkan untuk menutup pintu dan jendela pada hari berkabut dan memakai masker di luar. Masker anti kabut asap medis dapat memblokir 90-99% partikel PM2.5. Ketika cuaca bagus, buka jendela lebih sering untuk menjaga udara di dalam, jaga kebersihan rumah Anda dan sering-seringlah menyedot debu untuk menghilangkan tungau. Perawatan desensitisasi (tungau debu) juga tersedia. Orang tua sebaiknya tidak merokok di dalam ruangan dan berusaha menghindari perokok pasif pada anak-anak. Bahan kimia dalam rokok dan asap yang dikeluarkan ketika merokok dapat memiliki efek langsung pada penderita asma. Pasien harus berusaha menghindari infeksi pernapasan. Pemicu asma yang paling umum adalah infeksi virus pernapasan, yang telah terbukti terkait dengan 80% serangan asma pada anak-anak. Pasien harus mengurangi akses ke tempat umum dan menahan diri dari kontak dengan pasien yang menderita flu. Mereka yang tidak alergi terhadap vaksin influenza dapat divaksinasi influenza. Berolahraga untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, tetapi jangan berolahraga di luar ruangan ketika suhu sangat rendah atau dalam cuaca berkabut. Jaga pola makan Anda. Iklim kering di musim gugur membuatnya mudah merusak Yin dan paru-paru. Makan makanan yang dapat menyebabkan serangan asma, dan kurangi makanan pedas dan berminyak. Makan banyak sayuran dan buah-buahan. Beberapa sayuran, seperti lobak dan loofah, memiliki efek menurunkan gas, mengatasi dahak dan membersihkan paru-paru, dan beberapa buah, seperti pir, pisang dan loquat, juga membantu menjaga usus tetap terbuka. Penderita asma juga harus menjalani gaya hidup yang baik, beristirahat dan beristirahat secara teratur, jangan terlalu memaksakan diri, dan selalu dalam suasana hati yang bahagia. Pasien harus selalu berhubungan dengan dokter perawatan primer mereka dan menggunakan obat pencegahan seperti yang diarahkan oleh dokter mereka untuk mengendalikan asma mereka secepat dan seefektif mungkin. Tujuan pengobatan asma saat ini adalah untuk mengurangi jumlah dan tingkat keparahan serangan, untuk mencegah dan mengendalikan serangan, dan untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak tetap utuh. Bagi sebagian besar anak-anak penderita asma, hal ini dapat dicapai dengan pengobatan yang sistematis.