Asma pediatrik biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti flu atau predisposisi genetik. Gejala-gejala asma bisa sangat jelas dan mencakup batuk, dahak, dahak, mengi, sesak napas, dada sesak dan berbagai gejala lainnya. Pada anak-anak dengan onset asma yang cepat, gejalanya mungkin termasuk sesak napas, sesak napas, mengepak-ngepakkan hidung, trismus, sianosis pada bibir, batuk dan dahak berbusa. Apabila serangan asma berlanjut tanpa henti, hipoksia parah dapat menyebabkan iritabilitas, berkeringat, pucat, memar dan depresi. Trismus juga dapat ditandai dengan gerakan dada dan perut yang berulang-ulang, tonjolan dada, ekspirasi yang berkepanjangan, dan fase ekspirasi yang sebagian besar didominasi oleh croup. Jika jalan napas tersumbat parah, suara napas mungkin berkurang secara signifikan dan suara mengi mungkin berkurang atau bahkan tidak ada. Karena asma pediatrik menyebabkan kekurangan oksigen ke dalam tubuh, maka berbagai gejala yang lebih umum seperti sesak dada, nyeri dada dan sesak napas dapat terjadi. Karena asma dapat memiliki dampak yang signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan anak, orang tua harus membawa anak-anak mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan tepat waktu ketika gejala-gejala tersebut muncul.