Aktivitas fisik yang memadai membantu mengurangi keropos tulang dan merupakan cara mendasar untuk merangsang pembentukan tulang, sementara tingkat aktivitas yang rendah merupakan predisposisi keropos tulang, sehingga lansia tetap mempertahankan jumlah olahraga yang diperlukan sehingga mereka tidak hanya meningkatkan dan mempertahankan massa tulang, tetapi juga mengurangi risiko patah tulang. Tentu saja olahraga pada lansia harus terukur dan jatuh harus dicegah. Olahraga pasif harus diberikan kepada pasien yang terbaring di tempat tidur untuk mengurangi pengeroposan tulang akibat pengereman atau tidak digunakan. Kebiasaan gaya hidup yang baik juga penting dalam mengurangi keropos tulang, seperti berhenti merokok dan minum alkohol, mengurangi kopi dan mendapatkan lebih banyak cahaya.