Proses diagnosis oleh ahli epilepsi bayi mungkin melibatkan beberapa prosedur. Langkah pertama adalah menentukan apakah itu kejang karena ada banyak kejang yang menyerupai kejang tetapi sebenarnya bukan epilepsi. Misalnya, ada penyakit histeris di mana anak yang histeris juga berperilaku seperti epilepsi, jadi diagnosisnya harus ditentukan terlebih dahulu. Kedua, jenis kejang harus ditentukan, apakah itu epilepsi atau jenis sindrom epilepsi. Kemudian etiologi harus ditentukan dan diagnosis ada atau tidaknya penyakit penyerta harus dibuat. Untuk melengkapi diagnosis di atas, langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan fisik berdasarkan riwayat medis yang diberikan oleh orang tua pasien, serta EEG untuk membantu diagnosis. Selain itu, pencitraan kranial dilakukan untuk memahami apakah ada kelainan struktural pada otak anak. Ada juga tes etiologi, termasuk tes genetik, kromosom, dan genetik-metabolik, skrining spektrometri massa tandem darah dan urin, dan cairan serebrospinal, biokimia darah, dan tes gas darah. Diagnosis didasarkan pada riwayat dan tes tambahan, dan diagnosis didasarkan pada pertanyaan apakah itu epilepsi, apa jenisnya, apakah itu sindrom epilepsi tertentu, dan apakah ada komorbiditas.