Jangan terlalu khawatir dengan adanya kista hati

  Kista hati dapat diklasifikasikan sebagai kongenital, parasit, traumatis, infeksi dan tumorigenik menurut etiologinya. Sebagian besar kasus klinis adalah kista hati kongenital dan kista hati tumor, dan ada beberapa kejadian kista hati parasit di beberapa daerah pastoral. Kista hati bawaan termasuk kista hati sederhana dan hati multikistik bawaan, dan makalah ini terutama memperkenalkan kista hati sederhana.  Kista hepatik sederhana adalah kista plasmacytic di hati yang tidak terhubung ke saluran empedu dan bisa soliter atau multipel. Etiologi masih belum jelas, dan umumnya diyakini berasal dari saluran empedu vagal intrahepatik atau karena gangguan perkembangan saluran empedu intrahepatik dan saluran limfatik pada periode embrio.  Kista hepar sederhana biasanya asimtomatik dan sebagian besar terdeteksi selama pemeriksaan fisik; kista ini bisa tunggal atau multipel, dengan diameter kurang dari 1 cm hingga lebih dari 10 cm. Gejala klinis dapat muncul ketika kista meningkat dan menekan organ di sekitarnya atau ketika terjadi komplikasi, yang bermanifestasi sebagai berbagai tingkat kepenuhan epigastrium, nyeri, mual, muntah, berkurangnya makan, massa perut, pembesaran hati, dll. Rasa sakit sebagian besar samar-samar atau bersifat distending, dan dapat bermanifestasi sebagai abdomen akut bila dikombinasikan dengan perdarahan intrakapsular atau ruptur (untungnya, kemungkinan terjadinya hal ini sangat rendah); demam, rasa sakit di daerah hati, leukositosis, dll. bila dikombinasikan dengan infeksi intrakapsular. Dalam kasus infeksi intrakapsular, demam, nyeri hati, leukositosis, dll.  Pemeriksaan ultrasonografi pada perut bagian atas dapat mengungkapkan area gelap cair bulat atau oval tunggal atau ganda di hati dengan peningkatan ekogenik posterior dan kepadatan intrakapsular seragam tanpa pemisahan. (jika ada nodul dinding pada kista, kista mungkin merupakan kista hati yang tidak sederhana dan ada kemungkinan adenoma kistik yang lebih tinggi). Kista hati perlu dibedakan dari hati polikistik, kista hati parasit, dan adenoma kistik (kanker) saluran hepatobilier, yang memiliki manifestasi pencitraan yang berbeda secara signifikan dari kista hati.  Pengobatan: Indikasi untuk pembedahan kista hati tidak terlalu kuat, kecuali bila ada gejala yang pasti seperti nyeri epigastrium, massa epigastrium atau kepenuhan epigastrium dan gejala tekanan perut. Kemungkinan infeksi intrakapsular dan perdarahan pada kista kecil, tetapi pengobatan juga diperlukan bila terjadi. Pengobatan juga diperlukan bila diagnosis kista hati dan adenoma kista saluran empedu tidak dapat dibedakan. Pengobatan saat ini yang memang dapat diandalkan adalah pembukaan kista laparoskopi dengan kemanjuran yang pasti. Metode lain seperti tusukan kista yang dipandu ultrasound atau CT dan drainase dengan injeksi agen sklerosis memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Hepatektomi laparoskopi atau hepatektomi terbuka dapat dilakukan untuk pasien dengan kistadenoma duktus empedu intrahepatik yang tidak ditentukan.  Untuk pasien tanpa gejala dengan kista kurang dari 5 cm, kecuali untuk sistadenoma saluran empedu intrahepatik, dapat dilakukan observasi rutin.